KABARPAPUA.CO, Timika – Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di tingkat kabupaten, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Kegiatan ini digelar di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa, 1 September 2026. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat, dihadiri jajaran pejabat daerah, fasilitator, dan ratusan kader TPK yang siap memperkuat garda terdepan pendampingan keluarga.
Mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Assisten III Bidang Administrasi Umum Provinsi Papua TengahViktor Fun dalam sambutan pembukaannya mengatakan, stunting berkaitan dengan kualitas tumbuh kembang, kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak.
“Untuk itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, setelah persalinan, hingga anak memasuki usia balita,” jelas Viktor dalam sambutannya, Selasa, 1 September 2026.
“Saya meminta peserta memahami dengan baik beberapa hal penting, bagaimana mengenali keluarga berisiko stunting, memberikan komunikasi, informasi dan edukasi yang tepat, memperkuat koordinasi antarunsur TPK, serta menggunakan aplikasi pendukung seperti Elsimil dan SIGA secara benar,” terang Viktor menambahkan.

Kepala DP3AKB Provinsi Papua Tengah, Agustinus Bagau mengatakan, kegiatan ini menjadi program prioritas gubernur dan wakil gubernur untuk masa depan kecerdasan, kesehatan, dan daya saing bangsa yang ada di Papua Tengah, terhadap para generasi bangsa.
“Untuk itu, sebagai pendamping (TPK) harus memahami betul apa yang harus dikerjakan agar berjalan tepat sasaran. Para pendamping adalah ujung tombak kita di lapangan, agar mereka bisa melakukan deteksi dini terhadap stunting,” katanya.
“Ini tahap kedua yang kami lakukan, sebelumnya kami lakukan di Paniai, Deyai, Dogiyai dan Nabire. Dan hari ini, kami lakukan pelatihan juga untuk pendamping di wilayah Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya dan Timika,” katanya menambahkan.
Agustinus juga berharap, dengan pelatihan yang dilakukan, para pendamping dapat serius dalam mendeteksi, mengedukasi, dan memastikan intervensi stunting. Sehingga penanganan dapat berjalan dan tepat sasaran.
Ia juga berkomitmen penuh untuk terus mendukung dan mengawal kerja keras para pendamping, demi melindungi hak-hak anak, khususnya di 8 kabupaten yang ada di Papua Tengah, untuk tumbuh dengan sehat, cerdas, dan optimal.***(Agies Pranoto)




















