Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 27 Aug 2026 20:23 WIT

Dinkes Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus


					Dinkes Provinsi Papua Tengah lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus. (Foto dok:IST) Perbesar

Dinkes Provinsi Papua Tengah lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus. (Foto dok:IST)

KABARPAPUA.CO, Nabire — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) pada 8 Puskesmas lokus yang tersebar di 8 kabupaten di Provinsi Papua Tengah sejak 26- 29 Agustus 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua Tengah, dr. Agus Chan, dan dikoordinasikan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Papua Tengah, Yan Tenouye, S.KM.

Monev ILP ini merupakan bagian dari tindak lanjut On the Job Training (OJT) ILP yang telah dilaksanakan Dinkes Provinsi Papua Tengah pada awal tahun 2026.

Setelah mendapatkan penguatan melalui OJT, Puskesmas lokus perlu dilakukan monev, guna melihat sejauh mana pengetahuan, keterampilan, dan mekanisme ILP telah diterapkan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan primer di lapangan.

Pelaksanaan Monev ILP memiliki beberapa tujuan utama, yaitu memastikan implementasi ILP berjalan sesuai kebijakan, pedoman, dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan, serta memastikan tercapainya tujuan ILP dalam meningkatkan kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan primer yang berkualitas.

Tujuan utama lainnya, yakni melakukan verifikasi terhadap pelaksanaan ILP di Puskesmas, untuk mengetahui apakah konsep dan mekanisme ILP telah berjalan dengan baik serta mengidentifikasi berbagai capaian, kendala, dan kebutuhan dalam pelaksanaannya.

Dinkes Provinsi Papua Tengah lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus. (Foto dok:IST)

Selain itu, juga menilai tindak lanjut hasil OJT ILP, termasuk penerapan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh oleh tenaga kesehatan dalam pelaksanaan pelayanan di Puskesmas.

Lalu menjadi dasar penyusunan perencanaan dan strategi implementasi ILP ke depan, sehingga penguatan ILP dapat dilakukan secara lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing wilayah.

8 Puskesmas Lokus pada 8 Kabupaten

Monev ini dilaksanakan pada 8 Puskesmas lokus yang berada di 8 kabupaten di Provinsi Papua Tengah, yakni Puskesmas Topo, Puskesmas Wanggar, Puskesmas Moanemani, dan Puskesmas Wahgete, Puskesmas Enarotali, Puskesmas Bilogai, Puskesmas Sinak, dan Puskesmas Mulia.

Pemilihan lokus ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan ILP pada berbagai karakteristik wilayah dan kondisi pelayanan kesehatan di Papua Tengah.

Melalui kegiatan ini, Dinkes Provinsi Papua Tengah dapat melihat secara langsung pelaksanaan ILP di tingkat Puskesmas, termasuk aspek pelayanan berdasarkan siklus hidup, integrasi pelayanan, tata kelola, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pencatatan dan pelaporan, serta keterlibatan masyarakat.

Implementasi ILP merupakan salah satu upaya untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer agar semakin dekat, mudah diakses, bermutu, terintegrasi, dan berkesinambungan bagi masyarakat.

Dinkes Provinsi Papua Tengah lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus. (Foto dok:IST)

Pelaksanaan monev ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah untuk mendukung visi dan misi Gubernur Papua Tengah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan penguatan ILP, Puskesmas diharapkan mampu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang terintegrasi dan menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan sepanjang siklus hidup.

Hasil monev akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinkes Provinsi Papua Tengah bersama dinkes kabupaten dan Puskesmas untuk mengidentifikasi capaian, permasalahan, kesenjangan, serta kebutuhan penguatan implementasi ILP.

Hasil tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi dan strategi tindak lanjut agar implementasi ILP dapat terus diperkuat dan diperluas di seluruh Puskesmas di Provinsi Papua Tengah.

Harapannya, ILP tidak hanya menjadi pelaksanaan kebijakan di tingkat Puskesmas, tetapi benar-benar mampu menghadirkan pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, terintegrasi, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat langsung bagi seluruh masyarakat Papua Tengah. ***(Agies Pranoto)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah: Sektor Pendidikan Menjadi Prioritas Utama Pemerintah

28 August 2026 - 12:53 WIT

Alumni SMA YPPK Adhi Luhur Nabire Gelar Pelatihan Jurnalistik bagi Pelajar

24 August 2026 - 21:12 WIT

Antisipasi ISPA, Dinkes Provinsi Papua Tengah Bagikan Masker, Perkuat Stok Obat, dan Siagakan Ambulans

22 August 2026 - 17:22 WIT

Pemprov Papua Tengah Mobilisasi Armada Gabungan Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan

21 August 2026 - 22:06 WIT

Plt Kabiro Umum Papua Tengah: Pers Harus Utamakan Data Valid dan Verifikasi Berita

19 August 2026 - 23:51 WIT

Ketika Merah Putih Menyatu dengan Busana Nusantara di Papua Tengah

17 August 2026 - 12:04 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH