KABARPAPUA.CO, Nabire – Puluhan pengemudi ojek online (ojol) yang berada di wilayah Jayapura–Sentani menggelar aksi solidaritas kemanusiaan menggalang dana serentak, guna membantu para korban bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi kemanusiaan ini berlangsung di beberapa titik lampu merah utama dan pusat keramaian sejak pagi hari. Berbekal kotak kardus bertuliskan “Pray For NTT”, para pengemudi ojol ini dengan antusias mengetuk hati para pengguna jalan yang melintas.
Melalui handphone ke Nabire, koordinator aksi bernama Andre menyatakan, kegiatan ini murni gerakan spontanitas atas dasar rasa kemanusiaan untuk membantu para korban bencana alam gempa bumi di NTT.
“Kami merasakan kepedihan saudara-saudara yang terdampak gempa NTT, walaupun kami seharian bekerja di jalanan. Kami ingin meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu meringankan beban mereka (korban gempa),” ujar Andre,Sabtu, 29 Agustus 2026.

Andre menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini, digelar di beberapa titik, yaitu di lampu merah Brimob Kota Raja, lampu merah Abepura, dan lampu merah Dok 2, Kota Jayapura.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan driver atau pengemudi yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan materinya untuk aksi sosial ini,” jelas Andre.
Kehadiran para ojol dalam aksi ini, kata Andre, merupakan bukti nyata bahwa persaudaraan ojol tidak terbatas di jalanan saja.
Andre juga menambahkan, kegiatan ini semata mata untuk bentuk kepedulian antar sesama. Ia juga berpesan untuk para ojol di wilayah Jayapura dan sekitarnya, tetap kompak dan saling jaga satu sama lain.
“Ternyata dari aksi kami ini, banyak juga yang tersentuh untuk membantu dan terlibat. Kami juga berterima kasih kepada 13 komunitas yang sudah bergabung dan ada juga dari rekan-rekan single fighter non komunitas,” jelasnya.
Adapun hasil donasi yang terkumpul selama 3 hari kegiatan dilaksnakan, mereka berhasil mengumpulkan sumbangan sebanyak Rp18. 616.000. “Yang nantinya akan segera disalurkan melalui prosedur berlaku,” kata Andre. ***(Agies Pranoto)




















