KABARPAPUA.CO, Serui– Memasuki hari keempat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen bersama tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian korban kecelakaan laut yang terjadi pada Minggu 23 Agustus 2026.
Operasi pencarian pada Kamis 27 Agustus 2026 diperkuat dengan kapal KN SAR Wibisana 243 milik Basarnas Biak. Pencarian melibatkan Basarnas Kabupaten Kepulauan Yapen, TNI AL Biak, serta Basarnas Kabupaten Biak Numfor. Tim gabungan menyisir sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi jalur hanyutnya speedboat beserta para penumpangnya.
Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy saat menghadiri apel pencarian pada Rabu malam (26/8/2026) mengatakan, pemerintah daerah bersama keluarga korban terus berupaya melakukan penyisiran di sejumlah titik yang belum terjangkau tim SAR.
“Kami bersama keluarga melakukan penyisiran dari arah timur ke barat, termasuk ke arah Waropen, di jalur-jalur yang belum disisir. Kami berharap ada titik terang dari upaya pencarian ini,” ujar Benyamin.
Ia menjelaskan, keluarga korban juga melakukan pencarian secara mandiri dengan menggunakan sekitar enam speedboat. Namun, upaya tersebut tetap dikoordinasikan dengan tim SAR agar proses pencarian berjalan terarah dan tidak mengganggu operasi penyelamatan.
Benyamin mengapresiasi dukungan tim SAR yang telah tiba di Pelabuhan Serui untuk memperkuat operasi pencarian. “Saya berkoordinasi dengan tim SAR dan menyampaikan terima kasih kepada tim yang baru tiba di Pelabuhan Serui. Kami berharap pencarian ini terus dilakukan dan ada titik terang bagi keluarga korban,” katanya.
Menurut Benyamin, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen akan terus mengawal proses pencarian hingga mendapatkan hasil. Koordinasi dengan keluarga korban dan tim SAR gabungan juga akan terus dilakukan.
“Selaku pemerintah daerah, kami akan terus mengawal kasus ini. Harapan seluruh masyarakat dan keluarga adalah agar seluruh upaya yang dilakukan dapat menemukan titik terang dan korban segera ditemukan,” tegasnya.
Selain itu, Benyamin mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi cuaca dan mempersiapkan kebutuhan sebelum melakukan perjalanan laut. Masyarakat juga diminta membawa makanan serta kebutuhan pokok yang cukup selama perjalanan.
“Sebelum melakukan perjalanan, makanan dan kebutuhan lainnya wajib dibawa. Kemudian, sebelum melakukan penyeberangan, masyarakat harus melihat dan memastikan kondisi cuaca,” pungkasnya.
Hingga Kamis 27 Agustus 2026, tim SAR gabungan bersama keluarga korban masih melakukan pencarian di sejumlah wilayah perairan. Operasi tersebut terus dilakukan dengan harapan segera menemukan korban maupun petunjuk yang dapat membantu proses pencarian. *** (Ainun Faathirjal)




















