KABARPAPUA.CO, Ilaga– Kebakaran hebat melanda kawasan Kota Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Sabtu 22 Agustus 2026, sekitar pukul 12.30 WIT.
Kobaran api yang dipicu oleh kekeringan akibat kemarau panjang membakar sejumlah rumah warga dan honai di Distrik Omukia, Kampung Kingobak dan Distrik Gome.
Selain pemukiman, sejumlah ternak babi milik warga dilaporkan ikut hangus terbakar. Walau begitu, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan terkait total kerugian. Namun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kobaran api bahkan sempat mendekati bangunan RSUD Ilaga. Beruntung karena kesigapan para tenaga kesehatan (nakes), dokter, dan staf rumah sakit yang dibantu masyarakat serta aparat TNI-Polri, api berhasil dikendalikan sebelum menjangkau bangunan utama. Api hanya sempat membakar bagian pagar luar rumah sakit.
Namun, insiden ini sempat memicu kepanikan para medis dan pasien. Sebagai langkah antisipasi, sejumlah pasien dievakuasi sementara ke Puskesmas Ilaga.
Dampak lain dari kebakaran ini adalah kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah Ilaga dan Gome, hingga menyebabkan sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan (sesak napas).
Dokter RSUD Ilaga, dr. Ertinus Weya menjelaskan angin kencang turut mempercepat penyebaran api ke arah fasilitas kesehatan tersebut.
“Api sempat merembet ke area pinggiran RSUD Ilaga karena tertiup angin kencang. Beruntung, berkat kesiapsiagaan nakes, masyarakat, dan aparat, api akhirnya dapat dipadamkan sebelum membakar gedung rumah sakit,” ujarnya.
Ketua Komisi I DPRK Puncak, Denilson Wonda turun langsung ke lokasi kejadian. Dia menjelaskan cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño membuat vegetasi di permukiman menjadi sangat rentan terbakar.

“Kami imbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra selama musim kemarau, termasuk tidak sembarangan membuang sumber api, seperti puntung rokok, atau sengaja membakar rumput. Dalam kondisi kering seperti ini, api sangat cepat merambat dan berisiko merusak permukiman serta fasilitas umum,” katanya
Kondisi kekeringan di Kabupaten Puncak saat ini masih menjadi perhatian serius, dan warga diminta untuk menghindari seluruh aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran susulan. *** (Diskominfo Puncak)




















