KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat komitmen mendukung pengembangan ekonomi daerah lewat pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), percepatan transformasi digital, serta penguatan daya saing produk unggulan.
Hal ini disampaikan Kepala BI Papua, Warsono dalam pernyataan persnya ke media di Papua, Jumat, 7 Agustus 2026 saat dirinya bersama Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, dan Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen resmi membuka Festival Kopi (Feskop) Papua Ke-9 Tahun 2026.
Feskop Papua Ke-9 Tahun 2026 dengan tema: “Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Papua” ini, juga dihadiri jajaran forkopimda, perwakilan unsur pimpinan BI, Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah Papua, hingga Wakil Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI Mayjend. TNI (Purn) Sturman Panjaitan beserta rombongan. Kegiatan ini digelar di Halaman Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, 7–9 Agustus 2026.
“Pada tahun ini, kopi Papua bukanlah sekadar komoditas, melainkan warisan budaya dan sumber penghidupan masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi Papua yang berkelanjutan,” jelas Kepala BI Papua Warsono, dalam siaran persnya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Berbagai rangkaian kegiatan seperti pelatihan kewirausahaan Barista, capacity building UMKM ekspor, Tiba-TibaCupping, Barista Championship, dan berbagai kegiatan lain hingga partisipasi UMKM binaan dalam beberapa pameran kelas dunia, World of Coffee.
Dalam rangkaian pembukaan acara, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia menyampaikan apresiasi pada berbagai mitra strategis yang terlibat dalam penyelenggaraan Feskop Papua Tahun 2026 yang telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, ditandai dengan penyerahan piagam KEN.
Menurut Warsono, kopi telah menjadi bagian erat dari gaya hidup masyarakat, tidak hanya sebagai perekat kebersamaan, tetapi juga penggerak roda ekonomi yang menghidupkan ekosistem luas mulai dari petani, hingga pelaku usaha.

“Di tengah posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia, kopi Papua disebutnya hadir sebagai salah satu mutiara unggulan dengan keunikan aroma dan cita rasa yang merupakan warisan luhur kekayaan alam Papua yang wajib dirawat dan dilestarikan,” terang Warsono.
Dalam paparan pembuka Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali menyatakan, Feskop Papua Ke-9 Tahun 2026 ini sebagai bagian dari KEN menjadi pengakuan sekaligus tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan dan kebermanfaat, serta sebagai bagian dari program nasional Cangkir Barista yang membangun ekosistem UMKM kopi secara end-to-end.
Ricky memaparkan, perekonomian Indonesia tumbuh solid 5,29% (yoy) pada Triwulan II 2026 dengan inflasi Juli 2026 terkendali di 2,88% (yoy), sementara perekonomian Papua tumbuh 4,49% (yoy) dengan inflasi yang membaik menjadi 2,71% (yoy).
“Capaian yang mengantarkan Pemerintah Provinsi Papua meraih Juara I TPID Awards 2025 dan Pemerintah Kota Jayapura meraih Terbaik I Pengendalian Inflasi Regional Papua 2026 oleh Kemendagri,” jelas Ricky.
Menurut Ricky, kekayaan cita rasa kopi Papua, mulai dari arabika Bpiri, robusta Ambaidiru, hingga liberika Genyem, menjadi modal kuat membangun positioning kopi Papua di pasar global.
“Ke depan, kami mendorong tiga penguatan: konsistensi kualitas dan pasokan, hilirisasi dan digitalisasi, serta keterpaduan kopi dengan pariwisata dan ekonomi kreatif, sembari mengajak pelaku UMKM dan masyarakat memanfaatkan momentum festival untuk memperluas jejaring dan pasar,” jelasnya.
Selama penyelenggaraan Feskop Papua Ke-9 Tahun 2026, selain opening dan closing ceremony, juga ada rangkaian Barista Championship, Showcasing UMKM, Pertunjukan Budaya, Music Performance, Talkshow dan Seminar, hingga Business Matching.
“Hal ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi dan memastikan kebermanfaatan bagi tiap lapisan masyarakat Papua, khususnya terhadap kopi Papua yang merupakan warisan, dan kelak menjadi dorongan ekonomi Papua yang berdayasaing,” jelas Ricky. ***(Siaran Pers)


















