KABARPAPUA.CO, Wamena – Bupati Jayawijaya Atenius Murip optimis Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Ke-34 Tahun 2026 akan meningkatkan pariwisata dan perekonomian daerah, khususnya Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Hal itu terungkap saat penyambutan Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Republik Indonesia (RI), Ni Luh Puspa yang mengunjungi Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Kedatangan Wamen Pariwisata RI Ni Luh Puspa ini disambut hangat Bupati Jayawijaya Atenius Murip, didampingi Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere saat tiba di Bandara Wamena, Kamis, 6 Agsustus 2026.
Dalam penyambutannya itu, Bupati Jayawijaya Atenius Murip menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata RI atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan terhadap pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Jayawijaya.
“Kami Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Wamen Pariwisata beserta jajaran yang telah datang untuk melihat langsung salah satu destinasi dan agenda budaya unggulan Indonesia yang diselenggarakan di Wamena,” terangn Atenius.

Menurut Atenius, FBLB merupakan agenda tahunan yang menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya masyarakat Papua Pegunungan, sekaligus memperkenalkannya kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Atenius berharap penyelenggaraan FBLB Ke-34 Tahun 2026 ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Atenius menjelaskan, pelaksanaan FBLB Ke-34 Tahun 2026 menghadirkan sejumlah inovasi. Selain atraksi budaya yang dipusatkan di Distrik Walesi, pemerintah juga menyelenggarakan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion di kawasan depan Kantor Bupati Jayawijaya sebagai ruang promosi bagi produk-produk unggulan daerah.
“Kami menghadirkan dua pusat kegiatan. Selain FBLB di Distrik Walesi, kami juga menyediakan ruang bagi pelaku UMKM, kopi lokal, dan produk ekonomi kreatif agar semakin dikenal oleh masyarakat luas,” katanya.
Menurut Atenius, kopi Papua Pegunungan, khususnya dari Kabupaten Jayawijaya, memiliki kualitas yang telah dikenal luas dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Atenius juga mengajak seluruh masyarakat Jayawijaya untuk menjadikan FBLB sebagai momentum bersama dalam membangun citra positif daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kedatangan wisatawan akan memberikan manfaat bagi banyak sektor, mulai dari transportasi, penginapan, penyewaan kendaraan, kuliner hingga penjualan produk-produk lokal. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan festival ini,” ujarnya.

Atenius juga mengimbau masyarakat agar menjaga keamanan, kebersihan, dan memberikan pelayanan yang ramah kepada setiap wisatawan yang berkunjung ke Jayawijaya.
“Tunjukkan keramahan masyarakat Jayawijaya sehingga para tamu merasa nyaman selama berada di Lembah Baliem dan memiliki keinginan untuk kembali berkunjung,” tuturnya.
Menurut Atenius, Pemkab Jayawijaya melalui Dinas Pariwisata Jayawijaya, bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penataan lokasi kegiatan dan destinasi wisata, guna menyambut para tamu yang akan menghadiri FBLB Ke-34 Tahun 2026.
FBLB Ke-34 TAHUN 2026 akan berlangsung pada 7–8 Agustus 2026 di Distrik Walesi, sementara rangkaian kegiatan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion digelar pada 7–10 Agustus 2026 di kawasan depan Kantor Bupati Jayawijaya.
Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat promosi pariwisata, melestarikan budaya, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Jayawijaya. ***(Agris Wistrijaya)


















