KABARPAPUA.CO, Sentani– Yayasan Kasih Iman Samuel Papua (KISP) menghentikan sementara operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Depapre, pasca dugaan keracunan massal pada Selasa 4 Agustus 2026.
Keracunan diduga saat para siswa mulai dari PAUD hingga SMA, serta sejumlah orang dewasa mengkonsumsi menu Makan bergizi Gratis (MBG) yang di dalam ompreng berisi sayur kuah sawi, telur dadar, tempe bacem dan irisan buah semangka.
Kuasa Hukum Yayasan KISP, Yansen Marudut menjelaskan walau belum bisa menyimpulkan penyebab pasti insiden karena masih menunggu hasil laboratorium terkait sampel makanannya.
Dia menjelaskan dapur SPPG Depapre mendistribusikan sekitar 2.200 porsi makanan ke sejumlah sekolah, posyandu, dan lokasi penerima manfaat lainnya di Distrik Depapre. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 persen penerima manfaat dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan yang dibagikan.
Pihaknya mengaku, akibat kejadian ini, sejumlah karyawan di dapur SPPG yayasan tersebut diperiksa polisi
“Yayasan KISP akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan penerima manfaat yang terdampak, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan para korban. Kami juga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian dan siap menerima apa pun hasil investigasi, termasuk hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang setiap hari memang kami simpan sesuai standar operasional BGN,” katanya. *** (katharina)


















