KABARPAPUA. CO, Kota Jayapura– Kodam XVII/Cenderawasih mengantongi identitas pelaku penembakan 4 orang pekerja proyek jalan nasional yang terjadi di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto memastikan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) bertanggung jawab atas aksi penembakan yang mengakibatkan 4 pekerja jalan tersebut meninggal dunia.
“Hasil investigasi dan verifikasi lapangan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri, aksi penembakan dilakukan oleh OPM Front Bersenjata pimpinan Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi,” katanya, Selasa 4 Agustus 2026.
Kodam Cenderawasih mencatat dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, kelompok tersebut juga melakukan penyerangan terhadap dua lokasi proyek berbeda di kawasan Kali Kabur.
Ke-4 pekerja yang meninggal dunia atas nama Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga (Orang Asli Papua/OAP) dan Alfonds. Sementara sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Distrik Kanggime dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan.
Selain itu, kelompok yang sama juga melakukan penembakan terhadap Camp Treaser milik PT Nirwana yang mengerjakan proyek jalan APBD Kabupaten Tolikara. Dalam kejadian tersebut, Alfons Defonsius Reyaan meninggal dunia, Joel Jeriko Marathon Diora Naibaho mengalami luka akibat rekoset di telinga kiri, sedangkan Supredo Ulipi berhasil selamat.
Seluruh rangkaian kejadian ini menunjukkan adanya pola serangan yang secara sengaja menyasar pekerja sipil yang sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur pemerintah. “Tindakan tersebut merupakan aksi teror yang mengancam keselamatan masyarakat serta menghambat pembangunan di Papua,” ujar Kolonel Inf Tri Purwanto.
Saat ini, aparat gabungan TNI-Polri bergerak cepat melaksanakan evakuasi korban dan pengamanan lokasi. Personel dari Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 511/DY, Koramil Kanggime, Polsek Ilu, serta unsur terkait diterjunkan ke lokasi meskipun harus menghadapi medan yang berat dan potensi ancaman dari kelompok bersenjata.
“Kami mengecam keras tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil yang sedang bekerja membangun akses bagi kesejahteraan masyarakat Papua. TNI bersama Polri terus bersinergi menjaga stabilitas keamanan, memberikan perlindungan kepada masyarakat, serta memastikan setiap proses pembangunan dapat berjalan dengan aman,” tegas Kapendam XVII/Cenderawasih. *** (Katharina/Rls)


















