KABARPAPUA.CO, Agandugume – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi berupa hujan es dan embun salju di Distrik Agandugume, Distrik Oneri, dan Distrik Lambewi.
Bencana hidrometeorologi berupa hujan es dan embun salju ini menyebabkan wilayah yang terdampak berakibat gagal panen, dan kematian ternak, serta gangguan kesehatan masyarakatnya.
Penyaluran bantuan dilakukan setelah kondisi keamanan di wilayah Distrik Agandugume berangsur kondusif. Kegiatan berlangsung di Lapangan Puskesmas Agandugume, Puncak, Papua Tengah, Senin, 3 Agustus 2026.

Rombongan Pemkab Puncak dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Puncak, Nenu Tabuni, didampingi Kepala Dinas Sosial Puncak Aser Tabuni, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Puncak Otto Alom, Kepala Distrik Agandugume Mitius Tabuni, perwakilan Distrik Oneri, serta sejumlah pendamping.
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Sekda Puncak Nenu Tabuni menjelaskan, Pemkab Puncak telah menetapkan Status tanggap darurat bencana hidrometeorologi hingga 18 Agustus 2026.
“Masyarakat mengalami cuaca ekstrem yang berdampak pada kehidupan sehari-hari akibat hujan es dan embun salju. Karena itu, Pemkab Puncak menetapkan status tanggap darurat. Namun, karena faktor keamanan, selama kurang lebih dua bulan bantuan belum dapat disalurkan secara langsung kepada masyarakat,” jelas Nenu.

Berdasarkan hasil kaji cepat, bencana hidrometeorologi yang melanda Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi selama kurang lebih dua bulan terakhir telah memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat.
Sebanyak 224 hektare lahan pertanian di tujuh kampung di Distrik Agandugume mengalami gagal panen. Sementara itu, sekitar 92 hektare lahan di Distrik Oneri dan 184 hektare lahan di Distrik Lambewi juga mengalami kondisi serupa.
Menurut Nenu, selama kurang lebih dua bulan terdapat gangguan keamanan yang menyebabkan penanganan dan penyaluran bantuan tertunda di daerah ini sedikit tertunda.

“Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Pangkogabwilhan III dan seluruh aparat keamanan yang telah membantu menjaga keamanan Bandara Agandugume. Sehingga kami dapat kembali salurkan bantuan ke masyarakat,” jelasnya.
Nenu menambahkan, setelah kunjungan ini pihaknya akan melaporkan kondisi terkini masyarakat di Agandugume dan wilayah sekitarnya kepada Bupati Puncak, Gubernur Papua Tengah, hingga Menteri Dalam Negeri sebagai bahan pertimbangan dalam langkah penanganan selanjutnya. “Kami akan laporkan kondisi masyarakat terbaru yang kami lihat secara langsung di lapangan,” katanya.
Kepala Distrik Lambewi, Lainus Wenda, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Puncak dan seluruh pihak yang telah mendukung proses penanganan bencana serta penyaluran bantuan kepada masyarakat.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian secara berkelanjutan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan, pelayanan kesehatan, serta pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana,” ujar Lainus.
Lainus juga menyampaikan komitmen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Distrik Agandugume, Distrik Oneri, dan Distrik Lambewi bersama aparat keamanan dan para tokoh masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Puncak melalui Tim Maju menyalurkan bantuan bahan makanan kepada masyarakat terdampak.
Selain itu, Dinas Kesehatan Puncak mengirimkan obat-obatan dan enam tenaga kesehatan ke Distrik Agandugume,guna mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Penanganan bencana juga dilakukan secara lintas sektor. Pangkogabwilhan III turut menyalurkan makanan siap saji dan peralatan medis bagi masyarakat terdampak.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan Puncak menyalurkan lebih dari 100 ton beras untuk masyarakat di Distrik Agandugume, Distrik Oneri, dan Distrik Lambewi.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Puncak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Pemkab Puncak menegaskan, penanganan bencana akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, meliputi pemenuhan kebutuhan pangan, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. ***(Diskominfo Kabupaten Puncak)


















