KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Biak Numfor melaksanakan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building TPID pada Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan dipimpin oleh Penjabat Sekda Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa.
High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building TPID menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi serta meningkatkan kompetensi TPID KabupatenBiak Numfor.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono menyampaikan pengendalian inflasi daerah dapat dicapai melalui sinergi lintas sektoral di daerah. Selain itu, pengendalian inflasi perlu diperkuat dengan berlandaskan 4K meliputi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Penjabat Sekda Kabupaten Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa ditempat yang sama menjelaskan pengendalian inflasi memerlukan sinergi seluruh pihak melalui penguatan ketahanan pangan, khususnya optimalisasi potensi perikanan dan kelautan, guna menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat perekonomian daerah.

Mengusung tema “Akselerasi Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Biak Numfor Melalui Mitigasi Iklim, Optimalisasi Anggaran, dan Tata Kelola TPID” kegiatan juga menghadirkan narasumber dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementrian Dalam Negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Biak Numfor, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Biak Numfor.
Keempat narasumber ini menekankan pentingnya penguatan sinergi antar-instansi dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan melalui pengambilan kebijakan yang berbasis data, antisipasi risiko perubahan iklim terhadap distribusi logistik dan pasokan pangan, optimalisasi penyerapan anggaran daerah, serta penguatan tata kelola TPID agar program pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
Kedepan, diharapkan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan mitra kerja strategis dapat terus diperkuat guna menjaga stabilitas inflasi daerah. *** (Katharina/Rls)


















