Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 3 Aug 2026 12:28 WIT

4 Pekerja Proyek Jalan Nasional di Tolikara Tewas Ditembak OPM


					Ilustrasi penembakan. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi penembakan. Foto: Net

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Empat orang pekerja PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ)yang sedang mengerjakan proyek pekerjaan jalan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungantewas ditembaki. Peristiwa terjadi pada Minggu 2 Agustus 2026, sekitar pukul 19.30 WIT.

Kodam XVII/Cenderawasih memastikan pelaku penembakan kepada pekerja adalahKelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi. 

Ke-4 orang pekerja itu Bernama Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga yang merupakan Orang Asli Papua (OAP), serta Alfonds.

Dari kejadian itu dikabarkan sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan melarikan diri menuju Distrik Kanggime. Para pekerja yang berhasil selamat melaporkan kejadian tersebut kepada perusahaan sehingga informasi dapat segera diteruskan kepada aparat keamanan.

Merespons kejadian tersebut, aparat gabungan yang terdiri atas Satgas Yonif 511/DY, Satgas Yonif 136/TS, Koramil Ilu, dan Polsek Ilu bergerak ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban selamat dan meninggal dunia.

Saat ini, tiga jenazah pekerja telah disemayamkan di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Sedangkan satu jenazah lainnya berada di RSUD Tolikara untuk penanganan lebih lanjut. Dalam operasi evakuasi tidak terdapat korban dari unsur aparat keamanan.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwantomenyampaikan Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan OPM karena merenggut nyawa warga sipil yang sedang bekerja membangun infrastruktur bagi kepentingan masyarakat Papua. “Tindakan ini tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga menghambat upaya percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di wilayah Papua,” katanya, Senin 3 Agustus 2026.

Saat ini aparat TNI-Polri terus memperketat pengamanan di wilayah sekitar lokasi kejadian sekaligus melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kehadiran aparat keamanan merupakan wujud komitmen negara dalam melindungi masyarakat, menjaga keberlangsungan pembangunan, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat di Tanah Papua.*** (Katharina/Rls)

Artikel ini telah dibaca 99 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Lima Pekerja Jalan Nasional di Tolikara Selamat dari Teror Penembakan KKB

3 August 2026 - 23:39 WIT

Polres Nabire Ungkap Kasus Pembunuhan Remaja Putri yang Jasadnya Terbakar

31 July 2026 - 22:41 WIT

Penumpang KM Sabuk Nusantara 75 Dilaporkan Jatuh dalam Pelayaran Lobo-Poumako

30 July 2026 - 18:17 WIT

Polisi Grebek Pabrik Sopi dan Sagero Rumahan di Merauke

30 July 2026 - 17:25 WIT

Kapolres Kaimana Imbau Bijak Bermedia Sosial, Hindari Unggahan Berpotensi Langgar Hukum

30 July 2026 - 09:46 WIT

1000 Aparat Keamanan Gabungan Bersiaga Antisipasi Unjuk Rasa di Jayapura

29 July 2026 - 16:12 WIT

Trending di PERISTIWA