KABARPAPUA.CO, Serui – SMP Negeri Serui Laut menghadapi tantangan pada Tahun Ajaran 2026/2027 setelah hanya menerima 15 peserta didik baru dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Kepala SMP Negeri Serui Laut, Fiter Kappae mengatakan, selain minimnya jumlah pendaftar, sekolah juga menghadapi persoalan infrastruktur berupa akses jalan yang rusak serta keterbatasan fasilitas pendukung.
“Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Yapen. Dimana kondisi ini memengaruhi upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan di wilayah Serui Laut,” jelas, Selasa, 21 Juli 2026.
SMP Negeri Serui Laut ini berada tak jauh dari SD Pasir Putih dan SD Yedidyah Serui Laut yang selama ini diharapkan menjadi sumber utama calon peserta didik. Namun, sebagian besar lulusan dari kedua sekolah dasar tersebut memilih melanjutkan pendidikan ke sejumlah SMP di wilayah Kota Serui.
Fiter mengatakan, rendahnya jumlah pendaftar menjadi perhatian pihak sekolah karena berdampak langsung terhadap jumlah peserta didik setiap tahunnya.
Saat ini, kata Fiter, SMP Negeri Serui Laut memiliki 16 tenaga pendidik dengan jumlah peserta didik sekitar 70 siswa dari kelas VII hingga IX. Pada PPDB Tahun Ajaran 2026/2027, sekolah hanya menerima 15 siswa baru.

“Kami berharap lulusan dari SD Pasir Putih dan SD Yedidyah Serui Laut dapat melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Serui Laut. Namun kenyataannya, banyak siswa memilih bersekolah di wilayah kota sehingga jumlah pendaftar di sekolah kami masih sangat kurang,” terangnya.
Dalam kunjungan ke sekolah tersebut, Wakil Ketua Komisi C DPRK Kepulauan Yapen, Rian Hendrik menyatakan akan mendorong agar berbagai kebutuhan SMP Negeri Serui Laut menjadi perhatian pemerintah daerah.
Menurut Rian, sekolah tersebut memiliki potensi yang baik dengan tenaga pendidik yang memadai, ruang kelas yang layak, serta lingkungan belajar yang nyaman dengan panorama alam yang indah.
“Sekolah ini baik, gurunya cukup, ruang kelasnya juga layak, bahkan memiliki pemandangan yang sangat indah di kawasan bukit Serui Laut. Saya akan berupaya semampu saya agar harapan sekolah ini dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga berbagai kebutuhan yang ada bisa dipenuhi secara bertahap,” ujarnya.
Rian berharap pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah di wilayah pinggiran agar pemerataan layanan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Yapen dapat terwujud dan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang setara. ***(Ainun Faathirjal)


















