Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 21 Jul 2026 14:19 WIT

Persoalan Inilah Pemicu Utama Kasus Perceraian di Kepulauan Yapen dan Waropen


					Kantor Pengadilan Agama Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal) Perbesar

Kantor Pengadilan Agama Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

KABARPAPUA.CO, Serui – Pengadilan Agama Serui mencatat sebanyak 29 perkara perceraian sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026 di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen.

“Jumlah tersebut hampir menyamai total perkara perceraian sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 30 kasus,” kata Hakim Pengadilan Agama Serui, Tofik Mustamir di Serui, Kepulauan Yapen, Papua, Selasa, 21 Juli 2026.

Tofik juga mengatakan, mayoritas perceraian dipicu persoalan ekonomi, terutama suami yang tidak memberikan nafkah, pasangan yang meninggalkan rumah tangga lebih dari dua tahun, hingga perselingkuhan.

Tofik menjelaskan, sebagian besar gugatan perceraian diajukan oleh pihak istri atau cerai gugat. Sementara itu, berdasarkan wilayah, kasus perceraian paling banyak berasal dari Distrik Yapen Selatan.

“Faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama. Selain itu, ada pasangan yang ditinggalkan lebih dari dua tahun serta kasus perselingkuhan atau yang biasa disebut masyarakat disini sebagai ‘baku bawa’,” ujarnya.

Hakim Pengadilan Agama Serui, Tofik Mustamir. (KabarPapua.co/Ainun Faathirjal)

Untuk menjangkau masyarakat di Kabupaten Waropen yang terkendala jarak dan biaya transportasi menuju Kota Serui, Pengadilan Agama Serui rutin menyelenggarakan sidang keliling sebanyak dua kali setiap tahun.

Tofik menyebut Pengadilan Agama Serui memiliki wilayah hukum yang meliputi Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen. Melalui sidang keliling, masyarakat dapat memperoleh layanan hukum tanpa harus datang langsung ke kantor pengadilan di Serui.

“Sidang keliling merupakan upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama mereka yang mengalami kendala akses, transportasi, maupun biaya. Kami berharap layanan ini dapat mempermudah masyarakat Waropen dalam memperoleh keadilan,” katanya.

Selain menangani perkara perceraian, Pengadilan Agama Serui juga melayani berbagai perkara perdata Islam lainnya, seperti isbat nikah, izin poligami, penetapan asal usul anak, hak asuh anak, nafkah istri dan anak, pembagian harta bersama (gono-gini), sengketa waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infak, sedekah, hingga sengketa ekonomi syariah.

Di samping layanan persidangan, Pengadilan Agama Serui juga menyediakan layanan administrasi, seperti pendaftaran perkara, informasi perkara, serta pendaftaran perkara secara elektronik melalui sistem e-Court. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 230 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Kepulauan Yapen Perkuat Tata Kelola Alat Kontrasepsi dan Mutu Pelayanan KB

29 October 2026 - 10:24 WIT

Wabup Kepulauan Yapen Buka Aksi Konvergensi 5 Percepatan Penurunan Stunting 2026

28 October 2026 - 21:23 WIT

Reses di Kepulauan Yapen, Tonny Tesar Dorong Pembangunan Gereja dan Jalan

27 October 2026 - 20:51 WIT

Kontingen Pesparani Katolik Kepulauan Yapen Tiba di Biak Numfor Siap Tampil Maksimal

27 October 2026 - 11:34 WIT

Ribuan Warga Serui Ramaikan Acara Kosong Tujuh Fun Run 2026 dan Hiburan Rakyat

19 October 2026 - 12:42 WIT

Ikatan Alumni SMAN 1 Serui 2007 Sukses Gelar Fun Run Rangkaian Dua Dekade

19 October 2026 - 11:35 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN