KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura — Tren electrifying lifestyle atau gaya hidup serba listrik kini makin digemari kalangan anak muda di Papua. Selaras program transisi energi PT PLN (Persero). Tren positif ini memotivasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beralih menggunakan peralatan berbasis listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Penerapan electrifying lifestyle ini, salah satunya terlihat pada operasional BM Coffee di Kotaraja, Kota Jayapura, Papua. Pengelola kedai, Faisal Mustakim (35) secara konsisten mengandalkan energi listrik dari PLN dengan menggunakan kompor induksi untuk meracik berbagai menu andalan bagi para pelanggannya.
“Dengan kompor listrik, dapur lebih bersih dan proses memasak lebih cepat hingga 50 persen dibandingkan kompor gas. Perawatannya juga sangat mudah. Jika ada tumpahan kuah atau sisa makanan, cukup dilap dengan kain basah dan langsung bersih kembali,” terang Faisal.
Selain faktor kebersihan dan kecepatan, kata Faisal, pengaturan suhu berbasis digital pada kompor memberikan tingkat presisi yang tinggi dalam proses memasak.
“Kepraktisan fitur ini secara keseluruhan tidak hanya mendukung kelancaran operasional sehari-hari, tetapi juga bermuara pada efisiensi biaya produksi,” jelas Faisal.
Tidak hanya pada kedai menetap, budaya serba listrik ini turut diadopsi oleh deretan penjual kopi keliling yang bertebaran di berbagai sudut strategis Kota Jayapura.

Para pemuda ini memilih menggunakan sepeda listrik agar bisa berkeliling kota dengan mobilitas tinggi, bebas polusi asap, dan tanpa suara bising.
Ina, salah satu penjual kopi keliling di kawasan Abepura, menceritakan bahwa inovasi berdagang menggunakan sepeda listrik telah sukses menjawab kebutuhan usahanya sekaligus menekan pengeluaran.
Menurut Ina, aktivitas berjualan dari pukul 07.00 hingga 18.00 WIT dapat berjalan lancar berkat kemudahan mengisi daya baterai sepeda menggunakan listrik PLN.
“Ini membuktikan bahwa kami, para pelaku UMKM, bisa tetap kreatif dan adaptif mengikuti perkembangan zaman. Dengan memakai sepeda listrik, uang hasil jualan bisa ditabung karena biaya untuk mengisi ulang daya baterai sangat murah,” papar Ina.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menilai, langkah para pelaku UMKM tersebut merupakan wujud nyata dari adaptasi electrifying lifestyle.
“Penggunaan peralatan maupun kendaraan listrik untuk operasional usaha terbukti mampu membawa dampak positif sekaligus menggerakkan sektor ekonomi riil di Papua,” jelas Roberth dalam pernyataan tertulisnya ke media di Papua, Rabu, 15 Juli 2026.
Roberth mengaku sangat bangga melihat kreativitas anak-anak muda ini yang mampu memanfaatkan fasilitas kelistrikan untuk menjalankan usaha yang ramah lingkungan.
“Semoga kemudahan akses listrik PLN bisa terus memotivasi masyarakat luas untuk menciptakan peluang bisnis baru yang bebas polusi dan lebih efisien,” jelas Roberth. ***(Siaran Pers)


















