Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PUNCAK · 23 Jun 2026 12:36 WIT

HUT Ke-18, Nenu Tabuni: “Mari Bersatu Bangun Kabupaten Puncak”


					Pemkab Puncak rayakan HUT Ke-18 dengan pemotongan tumpeng, kue ulang Tahun, dan ramah tamah. Penjabat (Pj) Sekda Puncak Nenu Tabuni hadir mewakili Bupati Puncak, di Aula Negelar, Ilaga, Kabupaten Puncak. (Foto dok: Diskominfo Puncak) Perbesar

Pemkab Puncak rayakan HUT Ke-18 dengan pemotongan tumpeng, kue ulang Tahun, dan ramah tamah. Penjabat (Pj) Sekda Puncak Nenu Tabuni hadir mewakili Bupati Puncak, di Aula Negelar, Ilaga, Kabupaten Puncak. (Foto dok: Diskominfo Puncak)

KABARPAPUA.CO, Ilaga – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-18 Kabupaten Puncak dengan penuh khidmat. Kegiatan ini digelar di Aula Negelar, Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Senin, 22 Juni 2026.

Peringatan hari bersejarah HUT Ke-18 Kabupaten Puncak ini diawali dengan ibadah syukur yang dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak Nenu Tabuni, mewakili Bupati Puncak Elvis Tabuni.

Perayaan HUT Ke-18 Kabupaten Puncak ini, Pj Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Puncak dan Ketua Panitia HUT Ke-18 Kabupaten Puncak Yanius Murib.

Selain itu, hadir juga para kepala distrik, kepala kampung, tokoh adat dan masyarakat. Rangkaian perayaan semakin hangat dengan prosesi pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun sebagai simbol kebersamaan, yang kemudian dilanjutkan sesi ramah tamah.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan bagi Kabupaten Puncak yang kini telah menginjak usia 18 tahun. 

“Tema HUT tahun ini, adalah: syukur bertambah 18 tahun berarti bertambah mengandalkan Tuhan. Ini merujuk pada Kitab Mazmur, harus menjadi pedoman bagi penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” jelas Nenu.

Peringatan HUT ini, kata Nenu, bukan sekadar seremonial tahunan, tapi momentum refleksi perjalanan sejarah, evaluasi pembangunan, dan peneguhan tekad untuk melanjutkan perjuangan membangun daerah menuju masa depan yang lebih maju, aman, dan sejahtera.

Nenu juga mengingatkan kembali sejarah lahirnya Kabupaten Puncak berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2008. “Untuk itu, mari kita bersatu membangun Kabupaten Puncak,” katanya. 

Komitmen Pemerintah

Nenu menyoroti dinamika yang telah dilalui, mulai dari tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, hingga isu sosial dan keamanan. 

“Namun, berkat kerja keras dan persatuan seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Puncak terus bertumbuh. Kami juga berikan penghormatan setinggi-tingginya ke para tokoh pendiri, adat, agama, masyarakat, serta TNI-Polri yang telah meletakkan fondasi pembangunan daerah ini,” terangnya.

Menurut Nenu, di bawah kepemimpinan Bupati Puncak Elvis Tabuni dan Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal periode 2025–2030, pemerintah terus berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Sejumlah capaian telah diraih, dari penataan birokrasi melalui pelantikan kepala distrik dan kampung, hingga penguatan program di bidang pendidikan atau program Puncak Cerdas dan kesehatan,” jelasnya.

“Meski berbagai capaian telah diraih, kita harus jujur mengakui masih banyak pekerjaan rumah. Tantangan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, hingga stabilitas keamanan masih menjadi prioritas utama,” katanya menambahkan.

Untuk itu, Nenu mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, DPRK, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha, maupun masyarakat untuk berkolaborasi. Baginya, keamanan dan ketertiban adalah prasyarat mutlak keberhasilan pembangunan.

“Mari kita jaga persatuan. Perbedaan suku, marga, dan latar belakang tak boleh menjadi penghalang. Kepada generasi muda, saya berpesan untuk terus belajar dan menyiapkan diri sebagai pemimpin masa depan karena kalian adalah aset terbesar daerah ini,” ujar Nenu.

Pemkab Puncak rayakan HUT Ke-18 dengan pemotongan tumpeng, kue ulang Tahun, dan ramah tamah. Penjabat (Pj) Sekda Puncak Nenu Tabuni hadir mewakili Bupati Puncak, di Aula Negelar, Ilaga, Kabupaten Puncak. (Foto dok: Diskominfo Puncak)

Tantangan Utama

Nenu menegaskan, tantangan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Puncak adalah kondisi geografis yang ekstrem. Tanpa akses jalan darat yang memadai, pelayanan publik antar distrik harus bergantung pada transportasi udara.

“Kami kesulitan infrastruktur jalan darat. Dari satu distrik ke distrik lain, harus melalui pesawat. Sementara banyak bandara yang belum tersedia. Saat ini bandara cuma ada di beberapa titik, seperti Ilaga, Sinak, Agandugume, Dervos, dan Beoga,” ujarnya.

Untuk memecahkan keterisolasian wilayah ini, kata Nenu, Pemkab Puncak fokus menjalin kolaborasi strategis dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, guna pembangunan jalan darat dari ibukota kabupaten menuju distrik-distrik.

“Hal ini agar roda perekonomian dapat berputar lebih baik. Sebab dampak dari kondisi transportasi udara ini, menyebabkan tingginya biaya logistik, di mana harga semen saja bisa mencapai Rp2,5 juta-2,8 juta per sak. Ini menjadi hambatan nyata dalam pembangunan fisik,” jelasnya.

Menurut Nenu, program jangka panjang Pemkab Puncak, yakni upaya pembangunan akses jalan darat hingga ke Distrik Jila, sebagai batas administrasi dengan Kabupaten Mimika.

“Tanpa kolaborasi ini, kita tak akan pernah memiliki konektivitas darat. Jika jalan ini sudah tembus, maka kemahalan harga barang-barang bisa ditekan,” kata Nenu menambahkan.

Berbagai Bidang

Sedangkan terkait stabilitas keamanan, Nenu kembali mengajak seluruh elemen, baik TNI-Polri maupun masyarakat untuk bersatu membangun Kabupaten Puncak. Nenu menekankan pentingnya menjaga situasi kondusif, menghindari konflik bersenjata, serta tidak mudah terprovokasi isu hoaks.

Di bidang Pendidikan, kata Nenu, dimana pemerintah daerah telah memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak Puncak melalui program beasiswa Puncak cerdas, kerja sama dengan Yayasan Binterbusi Semarang, Yayasan Maga edukasi Papua, dan Poltekes Jayapura. 

“Langkah ini diambil agar generasi muda Puncak nantinya mampu menjawab tantangan dan permasalahan daerah,” terang Nenu.

Selain itu, Nenu memberikan catatan tegas terkait disiplin aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Puncak. Nenu menekankan, kehadiran dan keaktifan ASN di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) sangat krusial, guna memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Masyarakat membutuhkan sentuhan langsung dari kami. Ke depan, kita harus memperbaiki kehadiran ASN. Kita harus bersatu, antara aparat ASN, aparat teritorial, gereja, dan masyarakat untuk membangun Kabupaten Puncak yang lebih sejahtera,” paparnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Puncak merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya yang diresmikan pada 21 Juni 2008 oleh Menteri Dalam Negeri saat itu, H. Mardiyanto, di Lapangan Pendidikan Wamena. ***(Diskominfo Puncak)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Puncak Kirim 120 Personel ke Pesparawi Nasional XIV, Targetkan Bawa Pulang Trofi Juara

12 June 2026 - 15:09 WIT

Diklat Kepamongprajaan, Wabup Puncak: Kadistrik Miliki Peran Strategis Ujung Tombak Pemerintahan

9 June 2026 - 12:01 WIT

Lantik 206 Kepala Kampung di Puncak, Bupati Elvis Tabuni Berbagi Kunci Sukses Lewat Loyalitas

5 June 2026 - 16:35 WIT

Tujuh Kali Berturut-Turut, Pemkab Puncak Kembali Terima Opini WTP atas LKPD TA 2025

2 June 2026 - 18:52 WIT

Gedung Baru Dekranasda Puncak Jadi Simbol Kebangkitan Produk Kreatif Lokal

28 May 2026 - 13:34 WIT

Babak Baru Pembangunan di Puncak, Gubernur Meki Nawipa: Wujudkan Pelayanan Publik Lebih Baik

26 May 2026 - 17:42 WIT

Trending di KABAR PUNCAK