Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 17 May 2026 21:29 WIT

Korban Jembatan Putus Kali Uwe Jayawijaya Terus Dicari


					Pencarian korban putusnya Kali Uwe di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya. Foto: ist Perbesar

Pencarian korban putusnya Kali Uwe di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya. Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Wamena– Kapolda Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin memastikan korban jembatan putus Kali Uwe di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya terus dicari. Dia memastikan, korban jembatan putus bukan merupakan korban konflik antarwarga yang terjadi di Wamena.

“Jumlah korban yang beredar luas di masyarakat tidak seluruhnya merupakan korban perang antar kelompok. Ada sekitar 40 orang jatuh dari jembatan yang putus. Korban ini bukan masuk kategori korban perang. Saat ini masih dilakukan pencarian,” kata Kapolda, Sabtu 16 Mei 2026.

Kapolda berharap, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama pemerintah kabupaten, tokoh masyarakat, dan tokoh agama segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan adat yang menjadi akar konflik agar situasi kembali kondusif.

Informasi yang didapat kabarpapua menyebutkan korban jembatan putus di Kali Uwe sebelumnya dikabarkan hendak menyelamatkan diri akibat konflik antarwarga yang terjadi di Distrik Wouma. Saat menyelamatkan diri, jembatan terputus dan banyak korban jatuh di kali dengan arus yang deras.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama dengan Wamendagri Ribka Haluk yang dihadiri kepala daerah di 8 kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan serta para tokoh setempat sudah menggelar rapat keamanan membahas konflik antarwarga di Wamena.

Dalam rapat juga dibahas korban putusnya Jembatan Uwe yang mengakibatkan 33 korban jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 korban telah ditemukan, sementara 11 korban lainnya masih dalam proses pencarian. Pencarian korban akan dilakukan selama lima hari oleh pihak netral yang terdiri dari Tim SAR dan TNI.

Sementara itu, terkait korban dalam konflik yang terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026, proses pendataan korban mulai dilakukan oleh pihak kepolisian bersama lembaga pembela HAM. Aparat keamanan akan mendatangi rumah-rumah warga di sekitar Kali Uwe guna melakukan pendataan dan identifikasi korban.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta mendukung seluruh proses penanganan yang sedang dilakukan pemerintah dan aparat terkait demi terciptanya situasi yang aman dan damai di Papua Pegunungan. *** (Katharina/Agris Wistrijaya)

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Peduli Kesehatan Warga, Yonif TP 909 KRP Gelar Fogging di Kampung Panduami

7 November 2026 - 17:48 WIT

Bersatu Padamkan Api, Warga dan Polisi di Semangga Selamatkan 4 Hektare Lahan

6 November 2026 - 20:36 WIT

DPO Penembak Alm. Brigpol Ronald M. Enok Tertangkap

6 November 2026 - 19:13 WIT

Sempat Kontak Tembak di Kali Braza Yahukimo, TNI Habema Temukan Senpi Rakitan dan Amunisi OPM

6 November 2026 - 09:53 WIT

Potret Kehangatan Tim Kesehatan Damai Cartenz Jemput Bola di Ilaga

5 November 2026 - 23:21 WIT

Suara dari Ujung Timur: Cipayung Papua Desak Hukuman Berat Pelaku Penyadapan Presiden

4 November 2026 - 22:18 WIT

Trending di PERISTIWA