KABARPAPUA.CO, Nabire – Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang jatuh pada 27 April 2026, para warga binaan dan jajaran Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire melaksanakan tes urine.
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen Lapas Kelas IIB Nabire untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026 tersebut diikuti sebanyak 61 petugas Lapas Kelas IIB Nabiredan 164 warga binaan Lapas Kelas IIB Nabire.
Menurut Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Nabire Dodi Wijaya, selain sebagai bentuk pengawasan rutin, langkah ini sekaligus menjadi simbol transparansi dan integritas institusi dalam menjalankan fungsi pembinaan bagi warga binaannya.
“Kegiatan ini sebagai langkah preventif mengidentifikasi penyalahgunaan narkoba sejak awal, sebelum menjadi masalah lebih besar atau sistemik dalam lapas,” kata Dodi, Senin, 13 April 2026.
Dodi menambahkan, hasil dari tes urine ini nantinya akan dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Bagi warga binaan yang terbukti melanggar, sanksi tegas akan diberlakukan sesuai dengan prosedur disiplin yang berlaku,” terangnya.
Menurut Dodi, hal ini juga menjadi komitmen terkait upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN). “Dari semua hasil tes, baik pegawai maupun warga binaan dinyatakan negatifseluruhnya,” ujarnya.
Dodi juga mengatakan, proses pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan tim medis internal yang bekerja sama dengan petugas keamanan.
“Pengambilan sampel urine dilakukan secara acak (sampling) dengan melibatkan puluhan warga binaan dari berbagai blok hunian,” katanya.
Selain itu, kata Dodi, seluruh proses diawasi secara ketat untuk menjamin akurasi dan objektivitas hasil pemeriksaan.
“Kami berharap melalui langkah preventif ini, kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemasyarakatan semakin meningkat,” terang Dodi.
“Kami juga terus berupaya menunjukkan, bahwa di balik tembok tinggi ini, kami bekerja keras mengembalikan warga binaan menjadi pribadi lebih baik dan bebas dari jeratan narkotika,” kata Dodi menambahkan. ***(Agies Pranoto)


















