Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR KEPULAUAN YAPEN · 8 Apr 2026 23:32 WIT

Audit Terinci BPK Dimulai, Bupati Yapen Minta OPD Kooperatif


					Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisot saaat mengikuti audit terinci Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Papua di Gedung Silas Papare, Serui. Foto: Humas Pemkab Yapen Perbesar

Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisot saaat mengikuti audit terinci Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Papua di Gedung Silas Papare, Serui. Foto: Humas Pemkab Yapen

KABARPAPUA.CO, Serui – Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, menghadiri arahan audit terinci yang disampaikan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Papua di Gedung Silas Papare, Serui, Selasa 7 April 2026.

Dalam kesempatan itu, seluruh pimpinan OPD diminta bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan keuangan dan aset daerah berlangsung.Kegiatan tersebut diikuti pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala distrik, bendahara barang, bendahara keuangan, serta pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Tim BPK RI menegaskan pentingnya keterbukaan dan kerja sama dari seluruh OPD. Setiap pihak diminta aktif memberikan keterangan yang benar dan lengkap selama proses audit terinci berlangsung, sebagai dasar perbaikan tata kelola keuangan dan aset di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Selain itu, BPK RI juga membuka ruang konsultasi bagi OPD yang mengalami kendala atau belum memahami mekanisme pelaporan. Selama kurang lebih 40 hari pelaksanaan audit di Serui, seluruh OPD diimbau memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan auditor.

Bupati Benyamin Arisoy dalam arahannya menegaskan agar seluruh pimpinan OPD tidak meninggalkan tempat tugas selama proses audit berlangsung. Ia menilai pemeriksaan ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah.

Menurutnya, selama ini pemahaman teknis terkait manajemen keuangan dan pengelolaan aset masih terpusat pada sebagian aparatur di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Sementara itu, sebagian pimpinan OPD dinilai hanya memahami gambaran umum, sedangkan teknis pelaporan diserahkan sepenuhnya kepada bidang keuangan dan aset.

“Pola ini harus kita ubah. Semua pimpinan OPD harus memahami dan mampu mengerjakan laporan keuangan dan laporan asetnya sendiri,” tegasnya.

Ia berharap, melalui penguatan sistem dan peningkatan kapasitas di setiap OPD, penyusunan laporan keuangan dan aset daerah ke depan dapat dilakukan lebih tertib dan akuntabel.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya membangun sistem yang berkelanjutan agar tata kelola keuangan dan aset tetap berjalan profesional, siapa pun pemimpin yang melanjutkan pemerintahan nantinya. *** (Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Kepulauan Yapen Resmi Canangkan Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI

27 July 2026 - 19:54 WIT

Musda VI KKSS Kepulauan Yapen Digelar, Siapkan Kepengurusan Baru

26 July 2026 - 18:07 WIT

Cegah Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal, OJK Papua Edukasi ASN Kepulauan Yapen

24 July 2026 - 22:26 WIT

Rian Hendrik Ajak Generasi Muda Kembangkan Seni Budaya Bernilai Ekonomi

24 July 2026 - 22:02 WIT

Pemkab Kepulauan Yapen Pastikan Revisi RTRW Berbasis Pembangunan Berkelanjutan

24 July 2026 - 10:02 WIT

UPP Serui Gelar Padat Karya 2026, Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Produktif

24 July 2026 - 09:42 WIT

Trending di KABAR KEPULAUAN YAPEN