Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 2 Mar 2026 21:25 WIT

Jubir TPNPB: Operasi Militer di Nabire Gunakan Helikopter Bell, Logistik TPNPB Dirampas


					Ilustrasi helikopter. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi helikopter. Foto: Net

KABARPAPUA.CO, Nabire– Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyebutkan operasi militer Indonesia di Nabire, Provinsi Papua Tengah menggunakan 2 unit helikopter militer dan melakukan penembakan brutal dari udara mengarah ke pasukan TPNPB yang dipimpin Aibon Kogoya yang terjadi Minggu, 1 Maret 2026 sekitar pukul 12.00 WIT.

Juru bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom menyebutkan dari serangan baku tembak ini, dua unit helikopter mengalami kebocoran dan satu orang aparat militer Indonesia mengalami luka tembak dan telah dievakuasi keluar medan perang.

PIS TPNPB juga melaporkan sejumlah logistik militer milik pasukan TPNPB dirampas oleh aparat militer Indonesia beserta HP. Sementara pasukan TPNPB dan aparat militer Indonesia masih melakukan siaga satu di wilayah Nabire.

“Aparat militer Indonesia juga telah melakukan penangkapan terhadap dua orang warga sipil di depan Hotel Adaman Wadio pada 28 Februari kemarin, sementara kedua korban mengalami pukulan dan penyiksaan oleh aparat militer hingga tak sadarkan diri dan belum diketahui keberadaan korban hingga sekarang,” katanya.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan penggunaan senjata berat dari Amerika Serikat dalam medan perang di Papua, sebagai mana yang diketahui bahwa dua unit Helikopter Bell buatan Amerika Serikat telah dikerahkan dalam medan perang melawan pasukan TPNPB dibawa Pimpinan Mayor Aibon Kogoya di Nabire.

Pihaknya menegaskan kepada PBB bahwa perang antara TPNPB dan aparat militer kolonial Indonesia akan terus terjadi diseluruh wilayah Papua sehingga Palang Merah Internasional diminta untuk menangani warga sipil yang terkena dampak konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua. *** (rilis)

Artikel ini telah dibaca 205 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Polres Kepulauan Yapen Peringati Hari Juang Polri, Teguhkan Semangat Pengabdian kepada Masyarakat

23 August 2026 - 10:18 WIT

Rombongan Patroli Polsek Ilu Diberondong Tembakan di Tolikara, Satu Personel Terluka

21 August 2026 - 17:59 WIT

Pasutri Asal Tiongkok Ditangkap Imigrasi Papua, Ini Daftar Pelanggarannya

21 August 2026 - 01:16 WIT

Sukacita dari Lapas Serui pada Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

18 August 2026 - 17:58 WIT

Baku Tembak OPM dan TNI di Jila Mimika, Satu Prajurit Gugur

17 August 2026 - 15:59 WIT

Hasil Pendekatan Humanis: Tujuh Senpi Rakitan dan Puluhan Amunisi Dimusnahkan di Yapen

17 August 2026 - 13:01 WIT

Trending di PERISTIWA