KABARPAPUA.CO, Dosay– Dua puluh lima tahun pengabdian (Pesta Perak) Imamat Pastor John Bunay, Pr ditandai dengan sebuah torehan sejarah baru bagi pembinaan iman di Tanah Papua. Adalah Bahtera Kristoforus yang merupakan pusat spiritual yang dibangun untuk Papua.
Dalam filosofinya, Bahtera Kristoforus menjadi pertemuan pesisir dan pegunungan Papua. Pastor John Bunay menceritakan ide pembangunan pusat spiritual lahir usai dirinya mengikuti KKR di Singapura.
Sosok imam yang dikenal humoris namun kritis ini menjelaskan bahwa Bahtera Kristoforus memiliki arsitektur yang sangat simbolis bagi masyarakat Papua. Bagian luarnya berbentuk perahu sebagai simbol masyarakat pesisir, sedangkan di dalamnya terdapat struktur Honai yang mewakili masyarakat dari wilayah pegunungan Papua. “Ini adalah pesan bahwa di dalam Kristus, kita adalah satu tanpa memandang suku,” jelas mantan Rektor Seminari Tinggi STFT Fajar Timur.

Pastor John Bunay. Foto: ist
Bahtera Kristoforus berada di Kampung Dosay, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura. Bersamaan momen pesta perak tersebut, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen meresmikan Bahtera Kristoforus dan Pusat Spiritual Santo Yohanes Paulus II pada Senin 2 Januari 2025.
Peresmian ini menjadi semakin istimewa karena Wagub Ariyoko juga meresmikan Yayasan Santo Yohanes Paulus II serta melakukan penanaman pohon di area lokasi sebagai simbol kehidupan dan harapan bagi generasi muda Papua.
Wagub Aryoko Rumaropen merasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Pastor John Bunay menghadirkan pusat spiritual. “Ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan investasi besar bagi pembinaan mental anak-anak Papua. Tempat ini akan menjadi pusat pembinaan mental dan spiritual yang sangat penting bagi masa depan generasi Papua,” ujar Aroyoko.
Tak lupa, ia menyampaikan pesan hangat dari jajaran pemerintah. “Selamat atas 25 tahun Tabhisan Imamat Pastor John. Semoga tetap setia dan teguh melayani umat di seluruh pelosok Tanah Papua,” tambahnya.
Refleksi Pesta Perak

Pastor John Bunay merefleksikan 25 tahun perjalanannya sebagai guru dan gembala untuk terus konsisten menyuarakan suara kenabian bagi umat yang tertindas. “Saya bersyukur Tuhan menyertai tugas khusus ini. Fokus saya hanya satu: melayani manusia. Prinsip hidup saya sederhana, saya sedih melihat engkau menangis, dan bahagia melihat engkau tersenyum,” katanya penuh haru.
Visi 25 Tahun ke Depan: Mencetak Kaum Awam yang Tangguh Jika 25 tahun pertama pengabdiannya dihabiskan untuk membina calon imam (Projo) di Keuskupan Jayapura dan mengajar di STFT Fajar Timur, maka pada fase 25 tahun kedua menuju Pesta Emasnya, Pastor John memiliki visi baru.
Setelah mendapatkan mandat dari Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius You sebagai Rektor Asrama Mahasiswa Katolik Tauboria pada 2025, ia berkomitmen untuk fokus pada pengembangan kaum awam.
“Menuju 25 tahun ke depan, saya akan menyiapkan kaum awam Katolik yang tangguh di Tanah Papua melalui pembinaan di Asrama Tauboria serta di Pusat Spiritual dan Bahtera Kristoforus ini,” ujarnya menutup percakapan. *** (rilis)
*** (siaran pers)

























