KABARPAPUA.CO, Merauke– PT Pertamina Patra Niaga (Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero)) berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Timur Indonesia. Kali ini, berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) Kabinet Merah Putih (KMP), Pertamina berhasil membuka akses air bersih yang berkelanjutan bagi 699 warga di Kampung Tambat, Merauke, Papua Selatan.
Selama bertahun-tahun, warga Kampung Tambat sangat bergantung pada air hujan dan sumur manual dengan kualitas air yang mengandung belerang. Melalui kolaborasi ini, infrastruktur air bersih yang representatif kini hadir di empat titik strategis kampung tersebut.
Peresmian fasilitas ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus SERUNI KMP, yakni Sri Suparni Bahlil (Ketua Bidang IV), Liza Thohir (Ketua Bidang I), dan Ernawati Trenggono (Wakil Ketua) pada Senin 26 Januari 2026.
“Dengan adanya Sumur Air Bersih ini, harapannya masyarakat lebih mudah mengakses air, tidak lagi mengandalkan tampungan air hujan dan sumur manual,” ujar Sri Suparni Bahlil. Ia juga mengapresiasi pendekatan humanis Pertamina yang melampaui tugas pokoknya dalam pelayanan energi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Papua Maluku PT Pertamina Patra Niaga, Ispiani Abbas, merincikan pembangunan dilakukan di dua titik utama: SD Inpres Tambat dan Posyandu Tambat. Program ini tidak hanya sekadar membangun sumur, tetapi menciptakan sistem distribusi yang terintegrasi.

Selain itu, dilakukan pula revitalisasi reservoir di Halaman Gereja Tambat dan Balai Kampung Tambat. “Kami melakukan pengeboran baru, penggantian atap, pemasangan filter air, hingga perakitan sambungan rumah yang menjangkau sekitar 40 unit perumahan warga. Fasilitas ini telah melalui uji coba dan siap memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat,” jelas Ispiani.
Kepala Kampung Tambat, Samuel Heremba bersyukur karena kini warganya bisa mengonsumsi air yang lebih layak.
Samuel menjelaskan, sebelumnya, 699 warga kami sangat bergantung pada hujan. Ada sumur, tapi airnya bau belerang sehingga kurang aman. Kini, bahkan sebelum diresmikan, warga sudah memanfaatkannya. “Kami tidak lagi khawatir kesulitan air saat musim kemarau,” kata Samuel.
Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-6, yaitu menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri. *** (rilis)
























