KABARPAPUA.CO, Ilaga– Pemerintah Kabupaten Puncak resmi memulai penyaluran bantuan pangan tahap I tahun 2026 bagi masyarakat di 25 distrik. Penyerahan bantuan berupa beras dan minyak goreng diserahkan oleh Bupati Puncak, Elvis Tabuni, didampingi jajaran Forkopimda di Gudang Dinas Ketahanan Pangan, Ilaga, Kamis 23 Januari 2026.
Bupati Elvis Tabuni mengapresiasi kepada pemerintah pusat atas keberlanjutan program bantuan pangan ini.
“Atas nama rakyat Kabupaten Puncak, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas kebijakan bantuan pangan ini. Masyarakat menerima beras 10 kilogram dan minyak goreng dua liter. Ini sangat membantu warga kami,” ujar Elvis Tabuni.
Meski bantuan rutin mengalir, Bupati Elvis yang juga kader Partai Gerindra ini mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan budaya berkebun. Ia menekankan pentingnya menanam pangan lokal seperti ubi, keladi, dan petatas guna mengurangi ketergantungan pada beras.
“Beras tidak bisa kita tanam di sini dan distribusinya sering terkendala di wilayah pegunungan. Pangan lokal jauh lebih sehat. Ke depan, pemerintah akan membeli hasil kebun masyarakat yang rajin menanam agar ekonomi lokal terus berkembang,” tegasnya.
Untuk memastikan kualitas logistik tetap terjaga, Pemkab Puncak melalui Dinas Ketahanan Pangan berencana membangun gudang penyimpanan permanen tahun ini.

“Tahun ini kita bangun gudang di Ilaga. Rencana selanjutnya akan menyasar Distrik Beoga, Dorvos, Doufo, Wangbe, Eramakawia, hingga Bina, menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” tambah Bupati.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak, Otto Alom, merincikan bahwa total bantuan pada Tahap I ini mencapai 20 ton beras dan 128.364 liter minyak goreng. Selain menyasar individu, bantuan juga didistribusikan melalui lembaga keagamaan.
“Satu gereja akan mendapatkan 75 sak beras dan 12 karton minyak goreng. Ini komitmen kami untuk memastikan kebutuhan pangan merata di seluruh distrik,” jelas Otto.
Bantuan ini disambut antusias oleh warga mengingat tingginya harga kebutuhan pokok di wilayah pegunungan Papua. Yendira Tabuni, seorang ibu rumah tangga asal Distrik Gome, mengaku sangat terbantu.
“Di kios, harga minyak goreng 2 liter bisa mencapai Rp120 ribu, sedangkan beras 10 kg mencapai Rp400 ribu lebih. Kami sangat berharap program ini terus berjalan karena sangat meringankan beban kami,” ungkap Yendira. *** (Diskominfo Puncak)
























