KABARPAPUA.CO, Ilaga- Pemerintah Kabupaten Puncak menggelar apel perdana tahun 2026 yang dipimpin oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Puncak, Nenu Tabuni, di halaman Kantor Bupati Puncak, Ilaga, Senin 5 Januari 2026.
Sekda Nenu menyoroti dua isu krusial: penuntasan konflik sosial di Kwamki Narama dan evaluasi kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Upaya Damai Perang Suku
Nenu Tabuni menyerukan penghentian pertikaian antara Kubu Dang dan Kubu Newegalen di Kwamki Narama yang telah berlangsung sejak November 2025. Konflik yang dipicu persoalan keluarga ini dilaporkan telah mengakibatkan 10 orang meninggal dunia, dengan jumlah korban lima orang dari masing-masing kubu.
“Pemerintah sudah sepakat bahwa perdamaian harus segera dilakukan. Karena jumlah korban sudah seimbang (lima dibanding lima), kami harap kedua belah pihak bisa menerima langkah perdamaian ini. Tidak boleh ada lagi korban tambahan,” tegas Nenu Tabuni usai memimpin apel gabungan ASN, TNI, dan Polri tersebut.
Sebelumnya upaya mediasi telah dilakukan bersama Kapolda Papua Tengah dan Gubernur Papua Tengah, namun belum mencapai kesepakatan. Pasca-apel ini, Sekda dijadwalkan bertolak ke Timika untuk berkoordinasi dengan Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Mimika guna menuntaskan proses negosiasi.
Di sisi lain, Nenu Tabuni mengungkapkan kekecewaannya terhadap rendahnya kehadiran pegawai dalam apel perdana tahun ini. Ia menegaskan akan ada konsekuensi bagi ASN yang sengaja menunda waktu kembali ke tempat tugas.
“Saya tegaskan kepada seluruh ASN yang masih berada di luar daerah untuk segera kembali ke Ilaga dan melaksanakan tugas. Jika instruksi ini diabaikan, kami akan memberlakukan sanksi tegas sesuai dengan aturan kepegawaian yang berlaku,” ujarnya.
Apel perdana ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh jajaran pemerintahan di Kabupaten Puncak untuk meningkatkan pelayanan publik serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut sepanjang tahun 2026. *** (Diskominfo Puncak)
























