KABARPAPUA.CO, Serui – PT Pelni Kantor Cabang (Kacab) Serui mencatat sebanyak 6.770 penumpang diberangkatkan dari Pelabuhan Domine Izak Samuel Kijne, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, selama arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Data tersebut dihimpun dari periode 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Seluruh penumpang tercatat menggunakan armada PT Pelni, baik kapal penumpang maupun kapal perintis.
Kepala PT Pelni Kacab Serui, Whendy Richard Imkotta, mengatakan jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Serui mengalami peningkatan sekitar 3 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
“Jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Serui mengalami kenaikan sekitar 3 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Whendy kepada awak media di Pelabuhan Serui, Kamis, 14 Januari 2025.
Namun Whendy mengakui masih ditemukan sejumlah penumpang ilegal yang berangkat tanpa memiliki tiket resmi.
Selain itu, Whendy juga menyampaikan, wilayah pesisir Saireri yang meliputi Kepulauan Yapen, Waropen, hingga Biak Numfor saat ini tengah dilanda cuaca ekstrem yang berdampak pada aktivitas pelayaran.
Akibatnya, kata Whendy, kondisi cuaca itu sempat menyebabkan kapal perintis Sabuk Nusantara 81 tertunda untuk sandar di Pelabuhan Pindemani, Kabupaten Waropen.
“Sejak Selasa, 13 Januri 2026, angin kencang dengan kecepatan sekitar 10 hingga 20 knot menerjang wilayah Kepulauan Yapen hingga Waropen, dengan arah dominan ke timur,” jelasnya.
Akibat angin kencang itu, kata Whendy, tinggi gelombang laut mencapai 1,2 hingga 1,5 meter. Kondisi ini membuat kapal Sabuk Nusantara 81 tidak dapat sandar kembali di Pelabuhan Serui untuk bermalam dan terpaksa bertolak kembali ke Waropen pada Rabu pagi.
Sebagai langkah antisipasi, setiap keberangkatan kapal dari Pelabuhan Serui saat ini dilakukan dengan menunggu informasi prakiraan cuaca dari BMKG serta melalui koordinasi dengan nahkoda kapal.
“Keberangkatan kapal sangat bergantung pada kondisi cuaca demi keselamatan penumpang,” ujarnya.Cuaca ekstrem di wilayah Saireri diperkirakan masih akan berlangsung hingga 20 Januari 2026. ***(Ainun Faathirjal)
























