Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 15 Jan 2026 21:06 WIT

Pelni Serui Layani 6.770 Penumpang Selama Mudik Nataru 2025-2026


					Suasana arus lalu lintas balik mudik Nataru di Pelabuhan Serui, Kepulauan Yapen. (IST) Perbesar

Suasana arus lalu lintas balik mudik Nataru di Pelabuhan Serui, Kepulauan Yapen. (IST)

KABARPAPUA.CO, Serui – PT Pelni Kantor Cabang (Kacab) Serui mencatat sebanyak 6.770 penumpang diberangkatkan dari Pelabuhan Domine Izak Samuel Kijne, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, selama arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Data tersebut dihimpun dari periode 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Seluruh penumpang tercatat menggunakan armada PT Pelni, baik kapal penumpang maupun kapal perintis. 

Kepala PT Pelni Kacab Serui, Whendy Richard Imkotta, mengatakan jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Serui mengalami peningkatan sekitar 3 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

“Jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Serui mengalami kenaikan sekitar 3 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Whendy kepada awak media di Pelabuhan Serui, Kamis, 14 Januari 2025.

Namun Whendy mengakui masih ditemukan sejumlah penumpang ilegal yang berangkat tanpa memiliki tiket resmi. 

Selain itu, Whendy juga menyampaikan, wilayah pesisir Saireri yang meliputi Kepulauan Yapen, Waropen, hingga Biak Numfor saat ini tengah dilanda cuaca ekstrem yang berdampak pada aktivitas pelayaran.

Akibatnya, kata Whendy, kondisi cuaca itu sempat menyebabkan kapal perintis Sabuk Nusantara 81 tertunda untuk sandar di Pelabuhan Pindemani, Kabupaten Waropen.

“Sejak Selasa, 13 Januri 2026, angin kencang dengan kecepatan sekitar 10 hingga 20 knot menerjang wilayah Kepulauan Yapen hingga Waropen, dengan arah dominan ke timur,” jelasnya.

Akibat angin kencang itu, kata Whendy, tinggi gelombang laut mencapai 1,2 hingga 1,5 meter. Kondisi ini membuat kapal Sabuk Nusantara 81 tidak dapat sandar kembali di Pelabuhan Serui untuk bermalam dan terpaksa bertolak kembali ke Waropen pada Rabu pagi.

Sebagai langkah antisipasi, setiap keberangkatan kapal dari Pelabuhan Serui saat ini dilakukan dengan menunggu informasi prakiraan cuaca dari BMKG serta melalui koordinasi dengan nahkoda kapal.

“Keberangkatan kapal sangat bergantung pada kondisi cuaca demi keselamatan penumpang,” ujarnya.Cuaca ekstrem di wilayah Saireri diperkirakan masih akan berlangsung hingga 20 Januari 2026. ***(Ainun Faathirjal)

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Pemkab Kepulauan Yapen Resmi Laksanakan Kick Off Sensus Ekonomi 2026

15 June 2026 - 20:14 WIT

Tumbuh Positif, Konsumsi Listrik di Tanah Papua Naik 5,06 Persen

15 June 2026 - 15:02 WIT

Libur Sekolah, Jumlah Penumpang Kapal Laut di Serui Meningkat

15 June 2026 - 09:42 WIT

Pengawasan BBM Subsidi, Pertamina dan Satgas Lintas Sektoral Lakukan Sidak

15 June 2026 - 05:49 WIT

Sinergi PLN dan Polda Papua Barat, Siap Sukseskan Pesparawi XIV di Manokwari

13 June 2026 - 20:20 WIT

CIMB Niaga Dukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026 Lewat Program Tour de Bank

13 June 2026 - 17:16 WIT

Trending di BISNIS