KABARPAPUA.CO, Jakarta– Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEP OTSUS), Paulus Waterpauw menegaskan kopi Papua bukan sekadar komoditas biasa, melainkan emas hijau yang kini menjadi buruan pasar internasional.
Hal tersebut disampaikan Paulus saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pj Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, yang dipimpin langsung oleh Ketua KEP OTSUS, Velix Wanggai di Kantor Sekretariat Negara (Sesneg), Jakarta, Kamis 8 Januari 2026.
Peluang Global di Tengah Keterbatasan Fiskal
Waterpauw menyoroti aroma dan kualitas kopi Papua telah melintasi batas negara. Namun, potensi besar ini belum tergarap maksimal karena masih minimnya investasi dan perencanaan anggaran yang terpadu.
“Kopi Papua diminati masyarakat dunia. Ini potensi besar yang harus dikelola kolektif, bukan kepentingan kelompok tertentu,” tegas Waterpauw.
Ia menyadari adanya tantangan fiskal di daerah, terutama keterbatasan Dana Otsus dan DAU. Sebagai solusi, Waterpauw meminta para kepala daerah di Papua untuk lebih agresif melakukan “jemput bola” ke Jakarta.
“Kepala daerah harus aktif membangun komunikasi dengan kementerian dan wakil menteri. Sinergi lintas sektor adalah kunci agar ada dukungan konkret untuk modal, peremajaan tanaman, hingga pengolahan pascapanen,” ujarnya. *** (rilis)
























