KABARPAPUA.CO, Nabire– Di tengah ribuan jemaat gereja melantunkan kidung pujian dengan pancaran cahaya altar, ada seorang perempuan bernama Erine (25) menjadi pahlawan di balik terang benderangnya lampu gereja. Menjadi bagian dari tim Siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru) PT PLN (Persero), perempuan kelahiran Surabaya tersebut mengerahkan dedikasinya untuk menjaga perayaan momen natal dan tahun baru agar dapat berjalan lancar dengan hadirnya listrik.
Bertugas di salah satu daerah yang termasuk ke dalam wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) yaitu PLN Unit Layanan Pelanggan Nabire Kota, kali ini perempuan tangguh tersebut bertanggung jawab untuk mengawasi keandalan kelistrikan di Gereja Paroki Kristus Raja, Siriwini, Kabupaten Nabire. Suasana khidmat dirasakan sebagian besar masyarakat beragama nasrani yang memilih menutup tahun 2025 dengan beribadah di gereja serta berkumpul dengan keluarga.

“Rasanya bangga bisa dapat kesempatan untuk menjalankan tugas mulia ini. Memastikan pasokan listrik tetap andal ditengah umat yang sedang menjalankan ibadah menjadi tanggung jawab yang tidak ternilai ditambah seringkali melihat langsung wajah-wajah penuh syukur yang lalu lalang setelah melaksanakan ibadah, hangat sekali. Sekalipun kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat malam kudus, hujan turun cukup deras. Kami tetap stand by dan telah mempersiapkan pengamanan berlapis apabila ada gangguan yang terjadi” ungkap Erine.
Meski belum genap lima tahun bergabung di PLN, Erine merasa bersyukur atas pengalaman untuk menjaga kondisi kelistrikan tetap stabil pada seluruh rangkaian ibadah yang dijalankan masyarakat sejak momen natal hingga tahun baru mendatang. Dia merasa senang karena hal kecil yang dilakukan bisa membawa sukacita bagi semua masyarakat khususnya di Nabire.
“Listrik adalah nyawa dari banyak aktivitas maka dari itu saya bangga menjadi bagian dari hal tersebut walaupun harus rela kehilangan momen berkumpul dengan keluarga. Rasanya terbayar karena beberapa kali saat sedang siaga, tidak sedikit masyarakat yang menghampiri saya hanya untuk mengucapkan terima kasih. Hal kecil itu membahagiakan dan sangat berarti bagi saya,” papar Erine.
Walaupun tidak mudah, Erine tidak sendirian menjalankan tugas mulia ini. Bersama 1.000 personel PLN UIW Papua dan Papua Barat lainnya, ia memastikan keandalan listrik di seluruh wilayah khususnya 145 titik mulai dari rumah ibadah hingga fasilitas umum yang dikunjungi masyarakat yang ramai.
“Tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik, PLN juga ingin berkontribusi pada kenyamanan masyarakat dalam merayakan momen-momen penting. Melalui petugas dan srikandi PLN yang bekerja keras, kami memberikan kenyamanan masyarakat dalam merayakan berbagai perayaan besar, termasuk Natal dan Tahun Baru. Ini adalah wujud nyata komitmen PLN untuk memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Diksi Erfani Umar, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat.
Diksi juga menjelaskan bahwa Kelistrikan seluruh tanah Papua didukung dengan 6 subsistem besar dengan total pasokan sebesar 390 MW dan beban puncak yang mencapai 264 MW. Ini sangat aman karena cadangan daya yang tersisa masih sekitar 126 MW atau sekitar 48%. Selain itu, terdapat 374 sistem isolated tersebar yang memiliki total pasokan sebesar 102,45 MW dengan beban puncak mencapai 62,25 MW sehingga menyisakan cadangan daya sebesar 40,2 MW atau sekitar 39,2%. Jadi bisa dipastikan masyarakat bisa tenang dalam beraktivitas di malam natal dan pergantian tahun.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat yang bertugas. Berbagai upaya dan pengorbanan dilakukan untuk menjalankan kewajiban dan tanggung jawab menghadirkan terang kepada seluruh masyarakat,” ujar Diksi.
Bagi Erine, rasa lelah dan rindu akan keluarga seolah luruh saat melihat binar mata para jemaat yang keluar dari gereja dengan penuh kedamaian. Dedikasi seluruh pejuang kelistrikan menjadi bukti bahwa tanggung jawab PLN bukan sekadar tentang kabel dan mesin, melainkan tentang menyalakan harapan dan sukacita hingga ke ujung negeri. *** (siaran pers)
























