KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– PT PLN (Persero) sukses mengawal keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal di seluruh penjuru Tanah Papua. Berkat persiapan matang dan kesiagaan personel di lapangan, masyarakat dapat menjalankan ibadah Natal dengan khidmat dan penuh suka cita.
Guna memastikan keandalan pasokan listrik, PLN telah menetapkan masa siaga sejak H-10 Natal dengan melakukan berbagai langkah strategis. PLN juga menyiagakan 64 posko siaga di seluruh Tanah Papua beserta 1.231 personel dan alat pendukung lainnya demi mengamankan pasokan listrik selamat periode perayaan Hari Natal tahun 2025.
Kehadiran listrik yang andal selama Natal mendapatkan apresiasi langsung dari pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Merauke, Yoseph B. Gebze menyatakan bahwa kestabilan pasokan listrik tahun ini sangat mendukung kenyamanan warga dalam merayakan hari besar keagamaan.
“Atas nama pemerintah kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang telah memberikan dukungan secara baik terhadap kelancaran dari penyelenggaraan perayaan natal pada tahun ini,” ujar Yoseph.
Apresiasi senada juga datang dari tokoh agama. Ketua Majelis Jemaat GPI Papua Petra Muli, Pendeta M. Belewawin, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran rangkaian ibadah di gerejanya.
“Kami menyampaikan apresiasi terima kasih atas pelayanan yang begitu maksimal dari PLN yang sudah bersedia dengan segenap hati memastikan bahwa listrik tetap nyala. Dan ini sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kami untuk seluruh rangkaian hari natal tahun ini,” ujar Belewawin.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menyampaikan rasa syukurnya karena sistem kelistrikan selama perayaan hari raya Natal terpantau aman dan stabil.
“Kami bersyukur perayaan Natal tahun ini dapat berlangsung dengan terang benderang. PLN telah menyiagakan ribuan personel dan peralatan pendukung untuk memastikan umat Kristiani di Tanah Papua dapat beribadah dengan nyaman,” ujar Diksi.
Diksi menambahkan bahwa prioritas utama pengamanan pasokan listrik ditujukan pada rumah ibadah (gereja) untuk memastikan kelancaran Misa Natal. Selain itu, fasilitas vital seperti rumah sakit, bandara, dan kantor pelayanan publik juga mendapatkan pengawasan ketat.
“Petugas kami tidak hanya memantau sistem secara digital, tetapi juga bersiaga langsung di lapangan, terutama di gereja-gereja besar. Puji Tuhan, beban puncak saat malam Natal dapat terlayani dengan sangat baik dengan cadangan daya yang memadai,” tutup Diksi. *** (siaran pers)
























