KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura- PLN Indonesia Power (IP) Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Holtekamp memastikan keandalan listrik jelang perayaan natal dan tahun baru (nataru).
Asisten Manajer Operasi PLTU Holtekamp, Nanang Eka Saputra, kepada media di Jayapura, Rabu 17 Desember 2025 menyampaikan sistem kelistrikan Jayapura memiliki daya mampu sekitar 110 megawatt (MW), sementara beban puncak harian berkisar antara 95 hingga 100 MW.
Menurut Nanang, beban puncak listrik di Jayapura terbagi menjadi dua waktu, yakni siang dan malam hari. Beban siang cenderung fluktuatif, sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca.
“Kalau cuaca mendung seperti hari ini, pemakaian AC dan alat elektronik rumah tangga menurun, jadi beban siang tidak terlalu tinggi,” jelasnya.
Namun, beban puncak malam hari relatif stabil, berkisar 95–100 MW, dan biasanya meningkat pada momen-momen khusus seperti nataru. “Pernah tercatat beban puncak tertinggi mencapai 108 MW, terutama di bulan Desember,” ujarnya.

Dia menyebut Kompleks pembangkit listrik di Holtekamp terdiri dari tiga unit utama yakni PLTMG Jayapura (kapasitas 50 MW),
PLTMG PR (kapasitas 40 MW), dan PLTU Holtekamp sendiri (kapasitas 20 MW).
Ketiga pembangkit ini berada di bawah dua direktorat berbeda gas dan batubara dengan total daya mampu mencapai 110 MW.
Selain itu, sistem kelistrikan Jayapura juga didukung oleh pembangkit lain seperti PLTA Genyem (20 MW) dan PLTD Waena dan Doyo Baru (sekitar 11 MW).
Atas hal tersebut pihaknya menegaskan pentingnya cadangan daya dalam sistem kelistrikan. “Tidak semua unit pembangkit beroperasi penuh sepanjang tahun karena ada jadwal pemeliharaan rutin. Cadangan daya ini penting untuk mengantisipasi hal tersebut,” ujarnya.
Nanang menambahkan dengan beban puncak tertinggi sekitar 100 MW dan daya mampu 110 MW, sistem Jayapura masih memiliki cadangan daya sekitar 10 MW setiap harinya.” Ini menjadi penyangga penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik, terutama saat permintaan melonjak,” ujarnya. *** (Imelda)
























