KABARPAPUA.CO, Manokwari – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat meluncurkan salah satu program strategis mereka, yakni Pelatihan, Pendampingan dan Pemberian Bantuan Modal.
Kegiatan peluncuran program ini dipimpin langsung Ketua BPD HIPMI Papua Barat Lamek Dowansiba di Manokwari, Papua Barat, Senin, 15 Desember 2025.
“Ini sesuai dengan apa yang telah menjadi visi dan misi kami di HIPMI Papua Barat. Salah satu yang tertuang dalam visi kami, melakukan pelatihan dan pemberian bantuan modal,” kata Dowansiba kepada kabarpapua.co lewat telepon seluler, Selasa, 16 Desember 2025.
Putra asli Arfak ini menyatakan, setelah acara peluncuran, pihaknya juga langsung menggelar pelatihan yang melibatkan 17 orang pemilik usaha di Manokwari. Jumlah ini akan terus bertambah hingga mencapai 300 orang seperti yang telah direncanakan.
“Targetnya ada 300 orang selama masa kepemimpinan kami hingga tahun 2028. Jadi program ini tak hanya di Manokwari, tapi akan merata ke setiap kabupaten di Papua Barat. Untuk Manokwari rencananya 100 orang, sementara sisanya yang 200 tersebar di kabupaten lain,” terangnya.

Terkait penerima bantuan modal, kata Dowansiba, akan melalui proses pendataan hingga verifikasi terlebih dulu, dalam rangka memastikan sudah berapa tahun usaha tersebut eksis dan masih berjalan atau tidak.
“Fakta hari ini, kami melihat ada begitu banyak anak-anak Papua dan non Papua yang sebenarnya sudah bergerak didunia usaha, tetapi usahanya tak mengalami perkembangan karena salah satu penyebabnya adalah sumber daya modal yang tak memadai,” jelasnya.
Legislatior di DPD RI ini berharap, hadirnya program ini dapat memacu semangat pelaku usaha kelompok menengah ke bawah tetapi juga memicu pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun seluruh kabupaten di Papua Barat.
Dowansiba juga mengatakan, HIPMI tak hanya menjadi organisasi yang besar dalam nama, tetapi juga harus besar dalam karya. HIPMI juga harus menjadi lokomotif yang dapat menggerakan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat.
“Jangan jadikan HIPMI sebagai organsisasi eksklusif, tapi harus jadi organisasi enklusif. Kami harus bisa membuka diri untuk semua pengusaha yang ada. Sehingga di situ, kami dapat membangun jejaring untuk kemudian meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya. ***(Yosias Wambrauw)
























