Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PUNCAK · 7 Dec 2025 15:51 WIT

Bupati Puncak Resmikan Pasar Ilaga, Wujud Representatif untuk Mama Pedagang Asli Papua


					Bupati Puncak meresmikan  Pasar Ilaga. Foto: Diskominfo Puncak Perbesar

Bupati Puncak meresmikan Pasar Ilaga. Foto: Diskominfo Puncak

KABARPAPUA.CO. Ilaga– Kerinduan mama-mama pedagang asli Papua di Kabupaten Puncak untuk memiliki pasar yang permanen dan representatif terwujud. Bupati Puncak, Elvis Tabuni secara resmi meresmikan Pasar Ilaga pada Jumat, 5 Desember 2025.

Pembangunan pasar yang dimulai sejak Juli 2025 merupakan realisasi janji Bupati Elvis Tabuni dan Wakil Bupati Naftali Akawal, serta bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi dan memberdayakan masyarakat. Pasar Ilaga terdiri dari 4 los pasar dan dibiayai melalui DPA Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan (Disnakerperindag) tahun anggaran 2025.

Peningkatan Ekonomi

Bupati Elvis Tabuni menyebutkan Pasar Ilaga lebih dari sekadar tempat transaksi, tetapi juga simbol penghargaanatas kerja keras mama-mama pedagang asli Papua. Pasar ini diharapkan menjadi wajah baru kehadiran Pemerintah bagi rakyat Puncak.

Pasar Ilaga di Kabupaten Puncak. Foto: Diskominfo Puncak

“Saya senang, sekarang mama-mama Papua di Ilaga dan sekitarnya sudah memiliki pasar yang layak, mereka tidak duduk lagi di tanah. Pasar ini adalah bukti nyata dari komitmen kita bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat Puncak,” kata Bupati.

Plt. Kepala Disnakerperindag Kabupaten Puncak, Ruth Alom akan segera menata pedagang agar pasar terlihat rapi. Secara khusus, Ruth Alom menegaskan bahwa mama-mama pedagang asli Papua tidak akan dikenakan retribusi.

“Mereka bebas berjualan, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka,” ujar Ruth Alom, mengingat sifat alami dan tradisional kegiatan berjualan mereka yang bergantung pada hasil bumi.

Salah satu pedagang, Loriana Murib, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Puncak atas terwujudnya pasar yang representatif ini. *** (Diskominfo Puncak) 

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

30 Tahun OTDA, ASN Pemkab Puncak Dituntut Melek Digital hingga Kemandirian Fiskal

27 April 2026 - 21:33 WIT

Turun ke Omukia, Yorinus Wakerwa Salurkan Bantuan dan Serukan Perlindungan Warga Sipil

25 April 2026 - 19:34 WIT

PMI Obati 300-an Pengungsi Konflik Bersenjata dari Kembru Puncak

22 April 2026 - 17:03 WIT

Willem Wandik Desak Pembentukan Tim Investigasi Independen Tragedi Kembru

20 April 2026 - 20:06 WIT

PMI Terobos Daerah Konflik Bersenjata Puncak, Dirikan 2 Posko Darurat di Tengah Ketakutan Warga

20 April 2026 - 17:56 WIT

Borong Dua Kategori, Ketua TP-PKK Puncak Raih Penghargaan Asia

18 April 2026 - 18:34 WIT

Trending di KABAR PUAN