Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 7 Dec 2025 14:22 WIT

Energi Baru Terbarukan, Wujudkan Listrik Berkeadilan di Papua


					Ilustrasi pegawai PLN sedang melakukan inspeksi panel surya PLTS. Foto: PLN Papua Perbesar

Ilustrasi pegawai PLN sedang melakukan inspeksi panel surya PLTS. Foto: PLN Papua

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan listrik berkeadilan dan transisi energi bersih di Tanah Papua. Upaya ini dilakukan melalui penguatan sistem kelistrikan andal dengan mengakselerasi pembangunan infrastruktur Energi Baru Terbarukan (EBT) yang menjangkau hingga pelosok desa.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar menyatakan bahwa daya sistem kelistrikan seluruh Tanah Papua dalam kondisi cukup. Meskipun memiliki pasokan listrik yang aman, PLN juga terus berupaya meningkatkan bauran energi hijau demi ketahanan energi berkelanjutan.

“Saat ini, total daya mampu sistem kelistrikan di keenam provinsi mencapai 527,88 megawatt (MW) dengan beban puncak tertinggi tercatat sebesar 345,31 MW. Ketersediaan listrik dikatakan sangat cukup karena masih menyisakan cadangan daya sebesar 182,57 MW,” papar Diksi.

Tampilan PLTA Orya dengan kapasitas 2×10 MW yang menjadi salah satu sumber pasokan energi listrik untuk masyarakat di Kabupaten Jayapura.

Tampilan PLTA Orya dengan kapasitas 2×10 MW yang menjadi salah satu sumber pasokan energi listrik untuk masyarakat di Kabupaten Jayapura. Foto: PLN Papua

Dengan kondisi geografis Tanah Papua yang menantang, dituntut pendekatan inovatif untuk dapat menghadirkan listrik yang merata. Energi Baru Terbarukan (EBT) dinilai menjadi salah satu solusi dalam mencapai keadilan energi karena dapat memanfaatkan ketersediaan potensi alam daerah setempat.

“Untuk sistem kelistrikan di keenam provinsi Tanah Papua terdiri dari 8 sistem besar dan 372 sistem isolated. Dari seluruh sistem tersebut, sebanyak 190 sistem diantaranya merupakan pembangkit energi baru terbarukan seperti PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya), PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro), PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro), PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) serta PLTBm (Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa),” ujar Diksi.

Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034, sejumlah pembangunan proyek strategis telah direncanakan untuk membangun pembangkit hijau yang tersebar di seluruh Tanah Papua. Hal ini dilakukan agar jangkauan fasilitas kelistrikan dapat dirasakan seluruh masyarakat hingga ke seluruh negeri.

PLN telah mengupayakan beberapa program penambahan pembangkit EBT tersebar melalui Program Dedieselisasi (konversi pembangkit listrik tenaga diesel yang berubah menggunakan energi hijau), Program Demand Creation PLTS (pembangunan PLTS baru), serta pembangunan PLTMH dengan memanfaatkan aliran sungai.

“Dengan memaksimalkan potensi yang ada, PLN ingin memastikan bahwa kesejahteraan masyarakat Tanah Papua didukung oleh energi bersih dan berkelanjutan,” Diksi menambahkan. *** (rilis)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PT PLN IP UBP Holtekamp Laksanakan Apel Bulan K3 Nasional 2026

21 January 2026 - 23:16 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

PELNI Nabire Antisipasi Super Flu di Jalur Laut

19 January 2026 - 22:47 WIT

Program MBG Tingkatkan Ekonomi Peternak Ayam Lokal di Kepulauan Yapen

19 January 2026 - 20:21 WIT

Cafe Repot, Ruang Kreatif Anak Muda Yapen Berkonsep Kolaborasi Lokal

18 January 2026 - 19:08 WIT

Pelni Serui Layani 6.770 Penumpang Selama Mudik Nataru 2025-2026

15 January 2026 - 21:06 WIT

Trending di BISNIS