Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 14 May 2025 23:56 WIT

Lonjakan HIV di Papua Tengah, Wagub: Perlunya Kolaborasi Masif


					Ilustrasi HIV AIDS. Foto: Net Perbesar

Ilustrasi HIV AIDS. Foto: Net

KABARAPPUA.CO, Nabire– Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah, Deinas Geley prihatin atas lonjakan kasus HIV/AIDS di wilayahnya yang kini dilaporkan mencapai lebih dari 22 ribu kasus.

Melalui pesan kepada media pada Rabu 14 Mei 2025, ia menegaskan tingginya angka ini adalah ancaman serius yang dinilai sebagai “pembunuhan terstruktur” akibat kurangnya edukasi dan kesadaran masyarakat.

Menanggapi situasi darurat ini, Wagub Deinas langsung menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan delapan kabupaten untuk segera melakukan pendataan kasus secara akurat dan menyeluruh.

Pemeriksaan Kesehatan Rutin di Sekolah: Diinstruksikan untuk menyiapkan program tes darah dan skrining penyakit menular, khususnya HIV/AIDS, di sekolah, mulai dari siswa-siswi SD kelas 3, SMP, hingga SMA.

“Kita wajib periksa generasi muda kita. Kalau sudah terpapar, harus segera ditangani. Yang belum, kita lindungi. Jangan sampai kita kehilangan generasi penerus Papua,” ujarnya.

Wagub Deinas menekankan bahwa penanganan masalah ini memerlukan kolaborasi sosial yang masif, setelah pendataan rampung, sosialisasi masif harus dilakukan dengan melibatkan gereja-gerejasebagai sarana edukasi yang efektif.

Mendesak pembentukan tempat penampungan khusus bagi anak-anak dan remaja yang terdampak. Hal ini bertujuan agar pengobatan dapat terkontrol, aman, dan mencegah penularan yang lebih parah di lingkungan keluarga atau masyarakat umum.

Wagub juga mengusulkan agar edukasi bahaya HIV/AIDS dimasukkan ke dalam kurikulum atau program khusus di sekolah, minimal satu jam pelajaran secara rutin.

Wagub Deinas menutup pernyataannya dengan harapan agar semua pihak—pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan masyarakat—dapat bersatu dan bergerak cepat demi melindungi masa depan Papua Tengah. *** (Vero)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur Sampaikan LKPJ Pelaksanaan APBD TA 2025 ke DPRP Papua Tengah

31 July 2026 - 17:24 WIT

Selaraskan Pembangunan Nasional, Wamen PPN Kunjungi Provinsi Papua Tengah

30 July 2026 - 17:53 WIT

Gubernur Papua Tengah Minta ASN Patuhi Kode Etik dan Wajib Susun SKP Lewat E-Kinerja

29 July 2026 - 17:50 WIT

“KOHARUSEHAT” Solusi Papua Tengah Mudahkan Layanan Kesehatan di Wilayah 3T

29 July 2026 - 08:27 WIT

Penjabat Sekda Papua Tengah Resmikan Gedung Kantor Baru Dinas Perkebunan dan Peternakan

22 July 2026 - 20:27 WIT

Tingkatkan Kualitas Hidup OAP, Gubernur Serahkan Bantuan Program Bangkit Papua Tengah

21 July 2026 - 21:18 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH