Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 26 Jun 2025 23:24 WIT

Gubernur Meki Nawipa Guyur Dana Otsus Rp1 Miliar untuk Akademi Bahasa Inggris OAP


					Gubernur Meki Nawipa Guyur Dana Otsus Rp1 Miliar untuk Akademi Bahasa Inggris OAP Perbesar

KABARPAPUA.CO, Nabire– Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa meluncurkan Black Pearl English Academy (BPEA), sebuah program unggulan dari Yayasan Mutiara Hitam.

Peluncuran dilakukan di Kantor Yayasan dan BPEA di Gedung Julian Yap Marei, Nabire, pada Kamis 26 Juni 2025.

Gubernur Meki Nawipa mengumumkan secara langsung pengalokasian dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp1 miliar  untuk mendukung operasional awal akademi. Tak hanya itu, Gubernur juga memberikan sumbangan pribadi sebesar Rp100 juta untuk pengembangan dan perbaikan area sekolah.

“Saya bantu dari keluarga saya Rp100 juta, dan tahun ini Pemerintah Provinsi bantu Rp1 miliar. Kita duduk lagi, atur bersama untuk tahun depan,” katanya.

Gubernur menyampaikan, BPEA akan diprioritaskan untuk anak-anak Orang Asli Papua. Hal ini bertujuan agar dana Otsus termanfaatkan tepat sasaran dan untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak OAP sebagai “tuan di tanah ini.”

“Ini bukan diskriminasi, tapi saya mau bantu dana Otsus dan sekolah ini hanya untuk orang asli Papua. Agar mereka percaya diri sebagai tuan di tanah ini,” tegasnya.

Meki Nawipa menekankan bahwa BPEA harus menjadi lebih dari sekadar tempat belajar bahasa asing. Pendidikannya harus fokus pada pembentukan karakter, integritas, dan identitas budaya anak Papua.

Gubernur juga menyentil birokrasi pemerintahan agar menggeser paradigma dari rutinitas administrasi yang berujung rapat tanpa hasil, menuju dampak nyata pembangunan, terutama di sektor pendidikan. “Pendidikan harus jadi alat perubahan,” katanya penuh semangat.

Dengan hadirnya BPEA, ia berharap generasi muda Papua tidak perlu lagi jauh-jauh keluar daerah atau ke luar negeri untuk mendapatkan pendidikan bermutu. “Biarlah cahaya bersinar dari negeri ini, dari jantung Tanah Papua,” katanya.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Mutiara Hitam, mitra donor, Sinode GKI, dan keluarga Yap Marei yang telah menghibahkan lahan, menjadikan peresmian ini langkah konkret dalam transformasi pendidikan berbasis kemandirian lokal di Papua Tengah*** (Vero) 

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

14 September 2026 - 20:09 WIT

Gubernur Papua Tengah Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

13 September 2026 - 17:06 WIT

Waket II DPRP Papua Tengah Apresiasi Kunker Gubernur Meki Nawipa ke Dogiyai dan Deiyai

13 September 2026 - 16:40 WIT

Inilah Sektor Utama yang Disentuh Kunker Gubernur Papua Tengah di Deiyai

8 September 2026 - 15:58 WIT

Disambut Hangat Masyarakat Dogiyai, Berikut Jadwal Kunker Gubernur Papua Tengah

7 September 2026 - 12:16 WIT

Pejabat ASN Asal Deiyai Gelar Rakor Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

5 September 2026 - 18:05 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH