Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PUNCAK · 28 Nov 2025 17:37 WIT

Pemkab Puncak Serahkan RAPBD 2026, Targetkan Pembangunan Sentuh Masyarakat


					Pemerintah Kabupaten Puncak  menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026. Foto: Diskominfo Puncak Perbesar

Pemerintah Kabupaten Puncak menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026. Foto: Diskominfo Puncak

KABARPAPUA.CO, Ilaga– Pemerintah Kabupaten Puncak menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 beserta lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Non-APBD kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak untuk dibahas.

Penyerahan dilakukan dalam Rapat Paripurna yang dibuka oleh Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni dan dihadiri Bupati Puncak, Elvis Tabuni serta jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD di ruang sidang DPRK Puncak, Ilaga, pada 26 November 2025.

Tantangan Anggaran dan Prioritas

Bupati Elvis Tabuni menyampaikan penyusunan RAPBD 2026 dirancang berdasarkan visi-misi daerah untuk mewujudkan Kabupaten Puncak yang adil, mandiri, damai, dan sejahtera, serta mengakomodasi kebutuhan pelayanan publik dan kegiatan fisik masyarakat.

Namun, adanya tantangan besar, termasuk konsolidasi keamanan daerah, pemotongan alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat, dan amanat efisiensi anggaran.

“Kondisi inilah yang menyebabkan adanya penyesuaian terhadap belanja-belanja yang sebelumnya sudah dianggarkan, namun kemudian harus dipangkas dan dialokasikan kembali sesuai kebutuhan mendesak daerah,” kata Bupati Elvis.

Proyeksi Anggaran 2026

Proyeksi total pendapatan daerah pada RAPBD Tahun Anggaran 2026 Kabupaten Puncak direncanakan sebesar Rp 1,592 triliun lebih. Rincian rencana belanjanya meliputi:

  • Belanja Operasi: Rp 1,081 triliun lebih (untuk pegawai, barang/jasa, hibah, dll.).
  • Belanja Modal: Rp 220 miliar lebih (untuk tanah, gedung, jalan, aset tetap).
  • Belanja Tidak Terduga: Rp 30 miliar (untuk belanja darurat, mendesak, dan pengembalian kelebihan penerimaan).
  • Belanja Transfer: Rp 260 miliar lebih (untuk belanja kepada desa).

Pembahasan Raperda Non-APBD

Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni menargetkan pembahasan RAPBD 2026 dapat rampung hingga Jumat (28 November) pekan ini. Ia menekankan agar anggaran yang dihasilkan benar-benar memprioritaskan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, guna menggerakkan roda perekonomian dan pembangunan.

Selain RAPBD, Rapat Paripurna juga membahas lima Raperda Non-APBD, yaitu mengenai:

  1. Hak Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRK Puncak.
  2. Pemekaran Distrik dan Kampung se-Kabupaten Puncak.
  3. Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah.
  4. Penghapusan Data Aset Lain-Lain.
  5. Penamaan Jalan dan Lapangan Terbang di Kabupaten Puncak.

(Diskominfo Puncak)

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Puncak Kirim 120 Personel ke Pesparawi Nasional XIV, Targetkan Bawa Pulang Trofi Juara

12 June 2026 - 15:09 WIT

Diklat Kepamongprajaan, Wabup Puncak: Kadistrik Miliki Peran Strategis Ujung Tombak Pemerintahan

9 June 2026 - 12:01 WIT

Lantik 206 Kepala Kampung di Puncak, Bupati Elvis Tabuni Berbagi Kunci Sukses Lewat Loyalitas

5 June 2026 - 16:35 WIT

Tujuh Kali Berturut-Turut, Pemkab Puncak Kembali Terima Opini WTP atas LKPD TA 2025

2 June 2026 - 18:52 WIT

Gedung Baru Dekranasda Puncak Jadi Simbol Kebangkitan Produk Kreatif Lokal

28 May 2026 - 13:34 WIT

Babak Baru Pembangunan di Puncak, Gubernur Meki Nawipa: Wujudkan Pelayanan Publik Lebih Baik

26 May 2026 - 17:42 WIT

Trending di KABAR PUNCAK