Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR FREEPORT · 17 Aug 2025 18:00 WIT

Presdir PTFI Tony Wenas: Sekitar Rp11 Triliun Diterima Papua Tengah, Termasuk Mimika


					Presdir PTFI, Tony Wenas saat memimpin upacara pada HUT ke-80 RI di Lapangan Bola, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu, 17 Agustus 2025. (KabarPapua.co/Cunding Levi) Perbesar

Presdir PTFI, Tony Wenas saat memimpin upacara pada HUT ke-80 RI di Lapangan Bola, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu, 17 Agustus 2025. (KabarPapua.co/Cunding Levi)

KABARPAPUA.CO, Tembagapura – Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan,  PTFI telah memberikan kontribusi bagi ekonomi nasional, termasuk Provinsi Papua Tengah, terutama Kabupaten Mimika. 

Pada tahun 2024, kata Tony, PTFI telah memberikan kontribusi kepada negara sebesar senilai 4,7 miliar dollar AS atau setara Rp80 triliun, yang mencakup pajak, royalti, bagi hasil dividen, hingga pembayaran lainnya. Nilai itu menjadi salah satu yang terbesar dari satu perusahaan di Indonesia.

“Dari jumlah itu, sekitar Rp11 triliun langsung diterima pemerintah daerah Papua Tengah, termasuk Kabupaten Mimika,” kata Tony saat dirinya menyampaikan sambutannya dalam memimpin upacara pada HUT ke-80 RI di Lapangan Bola, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu, 17 Agustus 2025.

Tony juga mengatakan, selain kontribusi penerimaan negara, PTFI  juga menggelontorkan Rp 2 triliun untuk program investasi sosial di sekitar wilayah tambang.

Tony menambahkan, sejak 2009 hingga kini, PTFI telah menyalurkan dividen 4,1 miliar dollar AS kepada pemerintah melalui MIND ID. Jumlah itu, menurut dia, sudah melebihi biaya akuisisi saham Freeport Indonesia oleh pemerintah.

Sesuai studi LPM MUI 2025, PTFI  berkontribusi 0,75 persen terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB) nasional. Sementara itu, perannya di Papua lebih dominan, menyumbang 77 persen PDRB Papua dan 91 persen PDRB Kabupaten Mimika.

“Bagi Papua, kontribusi Freeport sangat signifikan. Bahkan ada dua gubernur serta delapan bupati dan wakil bupati di Tanah Papua yang merupakan penerima beasiswa Freeport Indonesia,” ujar Tony.

Pertambangan PTFI di wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. (KabarPapua.co/Cunding Levi)

Kontribusi PTFI dari Aspek Hilirisasi

Tony juga menyinggung konteks perekonomian nasional, yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 mencapai 5,03 persen, lalu berlanjut 5,12 persen pada kuartal II 2025. “Capaian ini, termasuk salah satu yang tertinggi di antara negara anggota G20,” terangnya.

Menurut Tony, kotribusi PTFI  juga terlihat dari aspek hilirisasi. Smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2024 dan dilanjutkan dengan peresmian pabrik pemurnian logam mulia oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2025. 

“Fasilitas itu, kini menjadikan PTFI sebagai pengelola tambang hulu hingga hilir terbesar dunia. Meski sempat dilanda kebakaran pada Oktober 2024, smelter di Gresik berhasil pulih, kembali beroperasi Mei 2025,” terangnya.

Hingga Juli 2025, kata Tony, fasilitas itu sudah menghasilkan 11,5 ton emas batangan. “Jadi pertambangan tembaga hulu-hilir terintegrasi bukan sekadar tema, tetapi sudah terbukti nyata melalui smelter dan pabrik pemurnian logam mulia di Gresik,” jelas Tony.

Tony juga menyoroti target produksi PTFI yang mencapai 800.000 ton katoda tembaga per tahun. Jumlah itu dinilai cukup untuk mendukung produksi delapan juta unit kendaraan listrik, sejalan dengan agenda transisi energi pemerintah.

Dalam momentum peringatan HUT RI ke-80 ini, Tony menyinggung simbol kebetulan angka delapan yang menurutnya mencerminkan sinergi antara negara dan Freeport.

“Di bawah kepemimpinan Presiden RI ke-8, Freeport berusia 58 tahun, dan akan memproduksi 800.000 ton katoda tembaga. Semua serba delapan, bukan sekadar kebetulan,” katanya.

Tony kembali menegaskan komitmen keberlanjutan perusahaan. Menurutnya, sejak awal, operasional PTFI tak bisa dilepaskan dari kewajiban menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kita harus hidup berdampingan, bekerja, dan tumbuh bersama masyarakat sambil menjaga alam. Tak ada perusahaan dapat berhasil di tengah masyarakat dengan lingkungan yang gagal,” terang Tony. ***(Cunding Levi)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Freeport Grassroots Tournament 2026, Kembangkan Bakat Sepak Bola Usia Dini di Papua 

21 April 2026 - 21:55 WIT

Solidaritas Karyawan Freeport pada HUT ke-59 dalam Balutan Drama Musikal

15 April 2026 - 16:50 WIT

Manajemen Freeport dan Serikat Pekerja-Buruh Tandatangani PKB ke-24 Periode 2026-2028 

13 April 2026 - 08:34 WIT

59 Tahun Freeport Indonesia, Menjaga Keseimbangan Produksi dan Kesejahteraan Papua

9 April 2026 - 18:47 WIT

Kuliah Umum dan Kerja Sama Strategis Uncen-Freeport, Dorong Pendidikan Inklusif di Papua  

6 April 2026 - 15:41 WIT

Mimpi Papua Menembus Eropa: Tiga Talenta PFA Jalani Elite Camp di Austria

17 February 2026 - 10:03 WIT

Trending di KABAR FREEPORT