Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 10 Aug 2025 21:02 WIT

Gubernur Papua Tengah Ajak Pengungsi Puncak Pulang ke Kampung


					Bantuan untuk para pengungsi di Distrik Sinak yang diberikan oleh Gubernur Papua Tengah. Foto: Diskominfo Puncak. Perbesar

Bantuan untuk para pengungsi di Distrik Sinak yang diberikan oleh Gubernur Papua Tengah. Foto: Diskominfo Puncak.

KABARPAPUA.CO, Ilaga– Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa memberikan bantuan kepada pengungsi di Kabupaten Puncak. Warga mengungsi dikarenakan konflik bersenjata yang terjadi beberapa waktu lalu.

Gubernur Meki memberikan bantuan berupa bahan makanan senso gergaji mesin, BBM dan  terpal. Gubernur Meki juga mengajak para pengungsi untuk kembali ke kampung halamannya dengan jaminan keamanan dari pemerintah setempat

“Mari, kembali ke kampung halaman. Jika berada di kampung banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari berkebun, berternak, bisa membuat keturunan dan  hidup tenang.”

”Nanti anak-anak kecil ini, bapak ibu kasih ke saya, saya sekolahkan mereka dan suatu saat akan menjadi tuan besar di tanah ini. Anak-anak akan jadi gubernur dan wakil gubernur suatu saat nanti dan akan melanjutkan pekerjaan yang dilakukan hari ini. Saya minta dengan hormat, bisa pulang ke kampung masing-masing? kerja sama dengan pemda,” sambungnya,  saat bertemu pengungsi di Distrik Gome, Jumat 8 Agustus 2025.

Meki juga menyebutkan akan membantu para pengungsi dengan peralatan berkebun, misalnya peralatan senso gergaji mesin untuk mencari kayu.

“Kita bantu bangun honai, terutama untuk rumah yang sudah terbakar akan dibangun kembali. Setelah itu, pikirkan anak-anak sekolah, sebab hanya dengan pendidikan akan membangun Ilaga lebih baik,” ujarnya.

Pengungsi di Sinak

Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah saat bersama dengan pengungsi di Distrik Gome. Foto: Diskominfo Puncak.

Sementara itu, saat bertemu pengungsi di Distrik Sinak, Gubernur Meki berterima kasih kepada para guru yang tetap setia mengajar. Termasuk para gembala gereja dan pendeta yang masih setia dengan pelayanan. Dirinya juga berterima kasih kepada TNI Polri, Bupati Puncak dan jajaran serta DPRK yang sudah menolong masyarakat.

Dia berharap para pengungsi tetap dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya, misalnya berkebun.

“Sebentar lagi sudah Desember dan jangan ada tenda-tenda (tenda pengungsi) seperti ini lagi.Desember semakin dekat, jadi pulanglah ke kampung masing-masing dan kami bantu alat-alat untuk membangun honai. jangan berlama-lama di pengungsian,” kata Meki.

Kata Pemkab Puncak

Bupati Puncak Elvis Tabuni menjawab kebutuhan para pengungsi yang minta disiapkan kendaraan truk. Ia menjelaskan akan disampaikan pada sidang APBD mendatang.

“Setelah Desember dan usai sidang APBD, saya akan menyumbangkan satu kendaraan truk,” kata Elvis menjawab permintaan dari Kepala Distrik Pogoma.

Dalam laporan Plt Sekda Puncak Nenu Tabuni menjelaskan terdapat 8 distrik yang terdampak konfkik bersenjata dan warganya mengungsi. Ke-8 distrik itu adalah Gome, Gome Utara, Omukia, Sinak Barat, Pogoma, Bina, Yugumuak, Oneri.

Para pengungsi di Distrik Sinak berjumlah 3.203 jiwa yang berasal dari Distrik Sinak, Sinak Barat Bina Pogoma dan Yugumuak.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat bertemu dengan pengungsi di Sinak. Ia meminta para pengungsi kembali ke kampung halaman. Foto: Diskominfo Puncak.

Sedangkan jumlah bangunan yang rusak terbakar yakni 107 unit honai, 16 unit rumah, 2 unit kantor distrik, 2 unit kantor kampung, 3 ruang kelas di bangunan sekolah.

Sementara itu jumlah pengungsi di Distrik Gome berjumlah 4.520 jiwa dari Distrik Gome, Gome Utara, Omukia.

Dukung Program Pemerintah

Dirinya mengajak semua pihak mendukung program pemerintah, misalnya pembangunan jalan, pembukaan jalan baru, pembangunan rumah dan mendukung aktivitas sekolah.

Dirinya juga menjelaskan terkait isu pemekaran.

“Sudah ada kerja sama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan akan kami dorong agar moratorium dibuka, sehingga pemekaran bisa dilakukan,” jelasnya.

Ia menyebutkan tantangan kondisi pegunungan untuk pemekaran. “Jika moratorium dibuka, kita akan bersama membangun negeri ini,” katanya. *** (Diskominfo Puncak) 

Artikel ini telah dibaca 67 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Awal 2026, Pemkab Puncak Salurkan 20 Ton Beras dan Minyak Goreng

23 January 2026 - 00:23 WIT

Percepat Transformasi Digital, Pemprov Papua Tengah Bagikan Laptop kepada Pelajar

21 January 2026 - 23:38 WIT

Ringankan Beban Ekonomi, Dinsos Dogiyai Serahkan Bantuan untuk Warga

20 January 2026 - 07:15 WIT

Wagub Papua Tengah Instruksikan OPD Kooperatif dan Transparan Hadapi Pemeriksaan BPK

19 January 2026 - 12:50 WIT

Papua Tengah Waspada Super Flu, Masyarakat Diminta Segera Lapor Jika Bergejala

14 January 2026 - 17:31 WIT

Fesmed I di Tanah Papua Dibuka, Pemprov Papua Tengah: Media Mampu Angkat Sisi Positif Daerah

13 January 2026 - 22:59 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH