Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

PERISTIWA · 22 Jul 2025 18:56 WIT

Kejati Papua Sita Rp357 Juta Terkait Korupsi Beras Subsidi di Bulog Wamena


					Kepala Seksi Penyelidikan Kejati Papua, Valery Dedy Sawaki saat memberikan keterangan. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Kepala Seksi Penyelidikan Kejati Papua, Valery Dedy Sawaki saat memberikan keterangan. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua mengungkap dugaan kasus korupsi dalam penjualan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang diperuntukkan bagi stabilisasi harga pangan.

Dalam pengembangan kasus tersebut, tim penyidik berhasil menyita uang tunai senilai Rp357.310.000 sebagai barang bukti.

Penyitaan dilakukan atas dugaan selisih harga jual beras subsidi dari gudang ke mitra Bulog Wamena,Kabupaten Jayawijaya yang berlangsung selama periode 2020-2023.

Kepala Seksi Penyelidikan Kejati Papua, Valery Dedy Sawaki menjelaskan, uang itu diserahkan langsung saksi berinisial D.W, mantan Kepala Cabang Bulog Wamena sebagai bentuk itikad baik, setelah penggeledahan dilakukan di kediaman staf keuangan dan administrasi Bulog Wamena di Kota Jayapura.

“Kami menemukan dokumen aliran dana yang melibatkan karyawan Bulog, baik di Wamena maupun Kanwil Bulog Papua. Salah satu saksi mengembalikan uang secara sukarela,” jelas Valery di Kota Jayapura, Selasa,22 Juli 2025.

Meski baru Rp357 juta yang berhasil disita, kata Valery, berdasarkan perhitungan penyidik, potensi kerugian negara dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp80 miliar. “Dana yang disita telah disetorkan ke Bank BNI Jayapura untuk diamankan sebagai barang bukti,” katanya.

Hingga saat ini, kata Valery, Kejati Papua telah memeriksa 12 orang saksi namun belum menetapkan tersangka. “Pihak kejaksaan mengimbau agar siapapun yang menerima aliran dana terkait perkara ini segera mengembalikan dana itu, demi mendukung proses hukum,” terangnya. ***(Imelda)

Artikel ini telah dibaca 344 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Hari Ketiga Operasi Patuh Cartenz 2026, Polres Kepulauan Yapen Jaring 49 Kendaraan

29 October 2026 - 23:28 WIT

Yonif TP 909 KRP Pererat Silaturahmi dengan Jemaat Gereja Alfa-Omega Panduami

29 October 2026 - 22:45 WIT

Warga Sipil Ditikam di Dekai, Keterlibatan KKB Diselidiki

28 October 2026 - 20:31 WIT

Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Kapolres Kepulauan Yapen Ajak Pemuda Jaga Persatuan

28 October 2026 - 19:57 WIT

Polisi Tangkap Terduga Penganiayaan Bule Belanda di Manokwari

28 October 2026 - 16:12 WIT

Sasar Pelanggaran Lalu Lintas, Polres Waropen Gelar Operasi Patuh Cartenz 2026

27 October 2026 - 21:12 WIT

Trending di PERISTIWA