Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 22 Jul 2025 12:34 WIT

Pj Sekda Papua Tengah: Monitoring Meja harus Transparan


					Melalui Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah, Provinsi Papua Tengah menggelar monitoring meja semester I 2025 yang berlangsung di salah satu hotel di Nabire, Senin 21 Juli 2025. Foto: Humas PPT Perbesar

Melalui Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah, Provinsi Papua Tengah menggelar monitoring meja semester I 2025 yang berlangsung di salah satu hotel di Nabire, Senin 21 Juli 2025. Foto: Humas PPT

KABARPAPUA.CO, Nabire- Melalui Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah, Provinsi Papua Tengah menggelar monitoring meja semester I 2025 yang berlangsung di salah satu hotel di Nabire, Senin 21 Juli 2025.

Kegiatan dilaksanakan 21-22 Juli 2025, guna mengevaluasi dan memantau pelaksanaan program pembangunan  daerah, baik dari segi fisik maupun keuangan.

Penjabat (Pj) Sekda Papua Tengah, dr Silwanus Sumule menyampaikan masing-masing OPD harus fokus dalam menentukan program, terlebih harus sejajar dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur.

“Monitoring meja harus transparan dan akuntabilitas pengelolaan anggaran, serta pencapaian target pembangunan sudah tersistem,” ujarnya.

Termasuk dalam memahami Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2021 yang mengatur kewenangan dan kelembagaan pelaksanaan kebijakan Otsus.

“Ini penting untuk dipahami  agar program sejalan dengan kebijakan yang ada,” jelasnya.

Kepala BAPPERIDA Provinsi Papua Tengah, Elieser Yogi menjelaskan monitoring meja menjadi salah satu  elemen yang penting dalam pengendalian pembangunan daerah. Jika monitoring baik, sehingga segala program dapat berjalan sesuai rencana.

“Daya serap  anggaran masih rendah, di bawah 16 persen dan menjadi perhatian bersama, terlebih adanya dana perubahan APBD yang harus dimanfaatkan dengan baik dan sampai saat ini masih ada OPD yang belum  melakukan pelaporan program kegiatan,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Papua Tengah, Plt. Kepala BAPPERIDA, Pimpinan OPD,PPATK,  serta para Kabag masing masing OPD. *** (Humas PPT)

Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Siapkan 100 Beasiswa Kedokteran

26 January 2026 - 10:54 WIT

Percepat Transformasi Digital, Pemprov Papua Tengah Bagikan Laptop kepada Pelajar

21 January 2026 - 23:38 WIT

Ringankan Beban Ekonomi, Dinsos Dogiyai Serahkan Bantuan untuk Warga

20 January 2026 - 07:15 WIT

Wagub Papua Tengah Instruksikan OPD Kooperatif dan Transparan Hadapi Pemeriksaan BPK

19 January 2026 - 12:50 WIT

Papua Tengah Waspada Super Flu, Masyarakat Diminta Segera Lapor Jika Bergejala

14 January 2026 - 17:31 WIT

Fesmed I di Tanah Papua Dibuka, Pemprov Papua Tengah: Media Mampu Angkat Sisi Positif Daerah

13 January 2026 - 22:59 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH