Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 13 Dec 2023 13:18 WIT

BI Papua Musnahkan Uang Tak Layak Edar Senilai Rp1,6 Triliun


					Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Thomy Andryas. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Thomy Andryas. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua telah menarik dan memusnahkan uang tak layak edar (UTLE) senilai Rp1,6 triliun pada periode November 2023.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Thomy Andryas mengatakan, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode 2022 yaitu sebanyak Rp1,7 triliun.

“UTLE yang ditarik didominasi uang pecahan besar atau UPB yaitu Rp100 ribu dan Rp50 ribu,” jelas Thomy kepada wartawan, Selasa 12 Desember 2023.

Peredaran Uang Palsu Menurun

Thomy juga mengemukakan soal peredaran uang palsu periode 2023. Menurut dia, peredaran di wilayah Papua, termasuk daerah otonomi baru mengalami penurunan ketimbang periode 2022.

Penurunan peredaran uang palsu, ujar Thomy, sejalan dengan adanya gencarnya upaya BI Papua terkait edukasi dan sosialisasi tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah.

Sosialisasi berjalan dengan memberikan pemahaman tentang cinta bangga paham rupiah atau CBP. “Dengan sosialisasi ini, masyarakat semakin memahami dan dapat membedakan uang asli dan palsu,” katanya.

Periode ini, temuan uang palsu tahun 2023 mencapai 105 lembar, terdiri dari 41 lembar pecahan 100 ribu dan 62 lembar pecahan 50 ribu, sisanya pecahan kecil. Sementara periode 2022, temuang uan palsu mencapai 341 lembar dengan dominasi pecahan 100 ribu.

Transaksi QRIS Meningkat 2 Kali Lipat

Pada kesempatan itu, Thomy juga memaparkan transaksi QRIS yang melampaui target. Di mana periode ini mencapai 2 juta transaksi QRIS, sedangkan target hanya 700 ribu transaksi.

Adapun volume transaksi pencapaiannya pada tahun 2022 mencapai Rp 144 miliar. Sementara tahun 2023 mengalami peningkatan mencapai Rp 470 miliar. “Hal ini tentu karena BI selalu gencar lakukan sosialisasi,” katanya.

Thomy juga mengungkapkan bahwa volume transaksi QRIS di Papua sampai dengan triwulan III tahun 2023 menjadi pencapaian terbanyak kelima di wilayah Sulampua.

“Kami akan terus meningkatkan digitalisasi transaksi ekonomi masyarakat. Salah satu indikatif adalah pengembangan QRIS,” imbuhnya. *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 285 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Wujudkan Kemerdekaan Energi, PLN Resmikan Aliran Listrik 24 Jam di Kampung Sum Fakfak

30 July 2026 - 20:30 WIT

CIMB Niaga Hadirkan Pengalaman OCTO di Halte GBK dan Beragam Solusi Digital

30 July 2026 - 15:42 WIT

Sambut HUT Ke-81 RI, 1.203 Pelanggan di Tanah Papua Nikmati Promo Tambah Daya PLN

29 July 2026 - 20:22 WIT

Fit and Proper Test Komisaris dan Direksi Baru Bank Papua Masih Tertunda

29 July 2026 - 17:02 WIT

MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi

27 July 2026 - 13:03 WIT

13 Tahun Berteman Pelita dan Teror Hewan Liar, Rumah Karyo Kini Benderang Berkat Light Up The Dream PLN

25 July 2026 - 09:37 WIT

Trending di BISNIS