Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 8 Dec 2024 07:13 WIT

Wujudkan Transisi Energi, SPKLU Pertama Resmi Beroperasi di Wamena


					Peresmian SPKLU di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Foto: PLN Papua dan Papua Barat. Perbesar

Peresmian SPKLU di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Foto: PLN Papua dan Papua Barat.

KABARPAPUA.CO, Wamena– – PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Wamena resmi meluncurkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pertama di Wamena, Papua Pegunungan. Peresmian yang dilangsungkan pada Kamis, 5 Desember 2024, di parkiran Hotel Baliem Pilamo ini turut dihadiri oleh Pemda Jayawijaya dan Forkopimda Jayawijaya.

General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Rizky Mochamad, menjelaskan bahwa kehadiran SPKLU merupakan langkah penting dalam mendukung transisi menuju energi bersih dan ramah lingkungan. Ia juga menyoroti tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Wamena, yang bisa menyentuh harga Rp 20.000 per liter. “Dengan adanya SPKLU, masyarakat memiliki alternatif lain yang jauh lebih ekonomis,” ucapnya.

Biaya pengisian daya kendaraan listrik memang jauh lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi BBM kendaraan konvensional. Sebagai gambaran, untuk menempuh jarak 10 kilometer, kendaraan konvensional membutuhkan 1 liter bensin, sedangkan kendaraan listrik membutuhkan 1,2 kWh energi listrik. Dengan tarif listrik per kWh di SPKLU Rp 2.466, itu berarti 1,2 kWh listrik harganya Rp 3.000, dibandingkan dengan harga satu liter bensin (pertalite) Rp 10.000. Pengisian daya kendaraan listrik bisa mencapai 70 persen lebih hemat dibandingkan dengan penggunaan BBM.

Peresmian SPKLU di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Foto: PLN Papua dan Papua Barat.

Rizky Mochamad mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan beralih ke kendaraan listrik, yang tidak hanya menghemat biaya operasional tetapi juga mengurangi polusi udara. “Semoga masyarakat lebih antusias untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik, yang memiliki manfaat dari segi ekonomis, efisiensi, serta pengurangan emisi dan kebisingan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pj. Bupati Jayawijaya, melalui Asisten II Setda, Lekius Yikwa, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh PLN. Ia menekankan bahwa SPKLU menjadi tonggak sejarah baru dalam menjaga kualitas lingkungan.“Hari ini, SPKLU hadir untuk pertama kalinya di Kota Wamena. Ini menunjukkan bahwa Wamena siap menyukseskan program pemerintah untuk menjaga kualitas lingkungan dan udara,” ujarnya.

Lekius Yikwa berharap masyarakat Jayawijaya akan merespons positif program ini. “Fasilitas ini harus dijaga dan dirawat dengan baik, menjadi bentuk sinergi yang baik antara Pemerintah Daerah, PLN, dan pihak swasta lainnya,” tutupnya.

Dengan hadirnya SPKLU ini, PLN menegaskan komitmennya dalam upaya transisi energi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. *** (Rilis)

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PT PLN IP UBP Holtekamp Laksanakan Apel Bulan K3 Nasional 2026

21 January 2026 - 23:16 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

PELNI Nabire Antisipasi Super Flu di Jalur Laut

19 January 2026 - 22:47 WIT

Program MBG Tingkatkan Ekonomi Peternak Ayam Lokal di Kepulauan Yapen

19 January 2026 - 20:21 WIT

Cafe Repot, Ruang Kreatif Anak Muda Yapen Berkonsep Kolaborasi Lokal

18 January 2026 - 19:08 WIT

Pelni Serui Layani 6.770 Penumpang Selama Mudik Nataru 2025-2026

15 January 2026 - 21:06 WIT

Trending di BISNIS