Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 23 Oct 2024 19:35 WIT

BI Papua Siapkan Uang Layak Edar Rp 7,56 Triliun Hadapi Pilkada


					Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua,  menyiapkan uang layak edar sebesar Rp 7,56 triliun untuk menghadapi Pilkada 2024.

“Jumlah keseluruhan uang tunai layar edar yang disiapkan sebesar Rp 7,56 triliun. (Uang) terdiri dari  Rp 7,41 triliun pecahan jumlah besar dan Rp 153,5 miliar uang pecahan kecil,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, Selasa 22 Oktober 2024.

Menurut dia, penyediaan uang layak edar sebagai upaya agar kebutuhan uang kas di perbankan ini dapat terjaga. “Dari sisi Pilpresnya kan sudah aman dan lancar, dan Pilkada juga harapannya lancar,” ucapnya.

BI Papua juga akan melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah peredaran uang palsu. BI Papua juga telah membentuk Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah dengan melibatkan Kejati, Polri, Pengadilan Negeri dan lainnya.

“Jadi kalau masyarakat menemukan uang palsu bingung mau melaporkan kemana. Nah, dapat segera laporkan misalnya ke BI, atau ke khas titipan,” tuturnya.

Faturachman mencatat  telah menemukan uang palsu sebanyak 40 lembar sepanjang  2024. Jumlah ini lebih rendah ketimbang tahun 2022 yang mencapai 345 lembar, dan 108 lembar pada 2023.

Pada pelaksanaan Pilkada 2024, BI juga mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional, termasuk di Papua. Dimana momen pesta demokrasi memberi dampak positif terhadap perekonomian yang dipengaruhi meningkatnya daya beli masyarakat.

“Pada pelaksanaan Pilkada akan terjadi permintaan di beberapa sektor, seperti, jasa, perdagangan, transportasi dan sektor lainnya,” ujarnya.

Faturachman berharap Pilkada Papua dapat berjalan aman dan lancar, serta mendorong peningkatan konsumsi masyarakat yang akan berdampak terjadinya inflasi.

“Inflasi di Papua akan berada di rentang 2,5 persen plus minus 1 di tengah pelaksanaan Pilkada yang berdekatan dengan hari besar keagamaan. Kami telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi,” katanya. *** (Imelda)

Artikel ini telah dibaca 111 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

PT PLN IP UBP Holtekamp Laksanakan Apel Bulan K3 Nasional 2026

21 January 2026 - 23:16 WIT

Kembangkan Kakao Berkelanjutan, Pemkab Kepulauan Yapen Gandeng Investor

21 January 2026 - 13:28 WIT

PELNI Nabire Antisipasi Super Flu di Jalur Laut

19 January 2026 - 22:47 WIT

Program MBG Tingkatkan Ekonomi Peternak Ayam Lokal di Kepulauan Yapen

19 January 2026 - 20:21 WIT

Cafe Repot, Ruang Kreatif Anak Muda Yapen Berkonsep Kolaborasi Lokal

18 January 2026 - 19:08 WIT

Pelni Serui Layani 6.770 Penumpang Selama Mudik Nataru 2025-2026

15 January 2026 - 21:06 WIT

Trending di BISNIS