Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

POLITIK · 16 Aug 2024 20:28 WIT

PGGP: Jangan Ada Kotak Kosong di Pilkada 2024


					Persekutuan Gereja-gereja Papua saat menggelar keterangan pers menyingkapi isu kotak kosong Pilkada 2024. (KabarPapua.co/Imelda) Perbesar

Persekutuan Gereja-gereja Papua saat menggelar keterangan pers menyingkapi isu kotak kosong Pilkada 2024. (KabarPapua.co/Imelda)

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Persekutuan Gereja-Gereja di Papua (PGGP) menyatakan sikap terkait isu kotak kosong dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024. PGGP mengharapkan pesta demokrasi di wilayah Papua tidak ada calon tunggal.

Ketua PGGP, Uskup Mgr. Yanuarius Theopilus Matopai You mengatakan, masyarakat Papua menginginkan agar calon-calon yang lolos dalam pilkada 2024 lebih dari satu calon, atau bukan calon tunggal.

“Hal ini agar hak demokrasi masyarakat dapat disalurkan sesuai hati nurani dan pilihan. Kami bertindak sebagai penjaga moral dari masyarakat. Kami mendengar bahwa beberapa waktu terakhir ini, masyarakat agak gelisah, cemas bahwa nanti ada kotak kosong di pilkada Papua,” ujar Uskup Yanuarius, Jumat, 16 Agustus 2024.

Menurut Uskup Yanuarius, sebagai tokoh gereja, pihaknya tidak terlibat langsung pada politik praktis. Hanya saja perlu menyampaikan hal tersebut agar hak demokrasi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik pada pilkada di Papua.

“Jangan sampai ada calon tunggal di pilkada ini, itu yang masyarakat inginkan. Kalau hanya satu pasangan, berarti masyarakat merasa hak demokrasinya tidak dapat disalurkan dengan baik. Hak demokrasi sebagai hak dasar tidak diberikan kesempatan,” kata Uskup Yanuarius.

Uskup Yanuarius juga mengemukakan, sebagai pimpinan agama di Papua, pihaknya telah berdoa di semua tempat, baik kabupaten, kota dan provinsi agar pilkada berjalan dengan damai.

“Kami tidak menginginkan hal itu terjadi, karena aspirasi dari masyarakat tidak dihargai, sehingga terjadi gesekan-gesekan di antara masyarakat yang nanti bisa mengganggu proses perjalanan pilkada,” jelasnya.

Menurut Uskup Yanuarius, PGGP berharap penyelenggaraan pemilu dapat mengakomodir aspirasi masyarakat Papua, agar tidak menerima calon tunggal. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan pilkada dapat berjalan jujur, adil, damai dan bermartabat.

“Kami juga mengharapkan agar supaya semua pihak yang terkait hendaknya dapat mendukung dan mengakomodir keinginan dari masyarakat. Sebab, masyarakatlah yang membutuhkan pemimpin untuk membangun Papua,” ungkap Uskup Yanuarius. *** (Imelda) 

Artikel ini telah dibaca 183 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Bahlil Lahadalia Bertekad Maju Caleg Lewat Dapil Papua di Pemilu 2029

25 April 2026 - 19:05 WIT

Nancy Raweyai Pertanyakan Substansi Kunjungan Wapres RI di Papua Tengah

23 April 2026 - 11:22 WIT

Mengenal Tabura, Cara Bawaslu Papua Kawal Suara Rakyat Lewat Literasi

10 April 2026 - 17:04 WIT

Stop Buang Suara Rakyat! Pakar NSL Usul Ambang Batas Fraksi Gantikan Threshold

28 February 2026 - 06:23 WIT

Jansen Monim Perkuat Kepemimpinan Golkar di Kabupaten Jayapura 

12 February 2026 - 16:21 WIT

Dominggus Catuwe Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Sarmi

10 February 2026 - 17:02 WIT

Trending di POLITIK