Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAWIJAYA · 14 Feb 2024 21:23 WIT

Warga Tahan 5 Jam Logistik Pemilu 21 TPS di Wamena, Ternyata Ini Biang Keroknya


					Penjabat Bupati Jayawijaya, Sumule Tumbo mendatangi masyarakat yang menahan logistik pemilu 21 TPS di Wamena, Rabu 14 Februari 2024. (KabarPapua.co/Stefanus Tarsi) Perbesar

Penjabat Bupati Jayawijaya, Sumule Tumbo mendatangi masyarakat yang menahan logistik pemilu 21 TPS di Wamena, Rabu 14 Februari 2024. (KabarPapua.co/Stefanus Tarsi)

KABARPAPUA.CO, Wamena – Warga Kelurahan Sinapuk melakukan aksi protes di Kantor Distrik Wamena Kota. Aksi Protes itu berujung dengan menahan logistik untuk 21 Tempat Pemungutan Suara (TPS), Rabu 14 Februari 2024.

Penahanan logistik ini buntut  Daftar Pemilih Tetap (DPT) bukan warga yang berdomisili di Kelurahan Sinapuk. Beruntung aksi warga berhasil teredam dengan kehadiran Pj Bupati Jayawijaya, Sumule Tumbo di lokasi.

Di hadapan warga, Sumule Tumbo bersikap tegas kepada petugas untuk segera melanjutkan distribusi logistik Pemilu 2024. Dia berharap masyarakat dapat bijak menyelesaikan persoalan tersebut.

“Ini masyarakat sudah menunggu di TPS, namun kenapa lakukan penahan kotak suaranya. Silakan distribusikan, jika ada persoalan dapat kita selesaikan dengan bijak, namun yang terpenting kota suaranya tidak boleh tahan,” tegasnya.

Menurutnya, penahanan logistik pemilu berkaitan dengan masalah ketidakcocokan data yang sudah penyelenggara putuskan. Meski demikian, masyarakat tidak boleh menahan logistik pemilu.

“Pencoblosan hari ini tetap kita laksakan, tidak boleh kita membatasi hak suara orang lain, nanti bisa kita bicarakan secara baik-baik,” kata Sumule Tumbo.

Usai mediasi itu, kotak suara yang sempat tertahan hampir 5 Jam akhirnya mulai didistribusikan pada 21 TPS di Kelurahan Sinapuk, Distrik Wamena Kota.

Sementara itu, Ketua RT Kelurahan Sinapuk menyebut permasalahan warga menahan kota suara lantaran ditemukan data pemilih dan petugas, bukan warga berdomisili di Kelurahan Sinapuk.

“10 RT di Keluarahan Sinapuk selaku yang punya hak wilayah bahwa sesuai PKPU kita sudah mengajukan pengurus warga yang berdomisili di sana. Namun itu tidak diakomodir, sehingga data yang berbeda ini kami minta penjelasan,” ucapnya.

Pria yang enggan menyebutkan namanya ini meminta pihak penyelenggara untuk bertanggungjawab atas data pemilih di Kelurahan Sinapuk. Hal ini karena 100 persen data tersebut bukan warga asli Kelurahan Sinapuk.

“Ini alasan kami, makanya kami tahan. Sebab kami meragukan Kamtibmas di Keluarahan Sinapuk akan bermasalah jika kita paksakan,” katanya. *** (Stefanus Tarsi)

Artikel ini telah dibaca 280 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

2 Hari Terendam Banjir, Warga Kampung Pumo Jayawijaya Kelaparan

22 March 2024 - 15:24 WIT

3 Pelajar SMA Terluka Akibat Tawuran di Wamena, 2 Terduga Provokator Diamankan

21 March 2024 - 16:56 WIT

Pasar Murah Ramadan Hadir di Wamena

16 March 2024 - 19:26 WIT

Penampakan Terkini, Ribuan Orang Kepung KPU Jayawijaya

15 March 2024 - 23:53 WIT

Pemkab Jayawijaya dan TNI Sepakati NPHD Pilkada

15 March 2024 - 21:17 WIT

Ribuan Orang dari 40 Distrik Unjuk Rasa, Teriak KPU Jayawijaya Curang

15 March 2024 - 18:38 WIT

Trending di KABAR JAYAWIJAYA