Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR JAYAWIJAYA · 17 Jun 2025 07:06 WIT

Targetkan Kabupaten Jayawijaya Terbebas HIV AIDS di Tahun 2030


					Kabid P2P Dinkes Kabupaten Jayawijaya, Theresia F Resubun saat diwawancara di ruang kerjanya. (Foto dok: IST) 
Foto : istimewa Perbesar

Kabid P2P Dinkes Kabupaten Jayawijaya, Theresia F Resubun saat diwawancara di ruang kerjanya. (Foto dok: IST) Foto : istimewa

KABARPAPUA.CO, Wamena – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayawijaya menargetkan di tahun 2030, Kabupaten Jayawijaya terbebas dari Human Immunodeficiency Virus Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV AIDS).

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Jayawijaya Theresia F Resubun saat dihubungi, Minggu, 15 Juni 2025 lalu.

Menurut Theresia, pihaknya saat ini memperdalam pengetahuan terbaru tentang penanganan HIV AIDS kepada tenaga kesehatan (nakes).

“Beberapa waktu lalu, kami telah menggelar kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pemahaman nakes terhadap penanganan HIV AIDS,” ucapnya.

Theresia juga mengatakan, nakes sebagai agen penyalur informasi kepada masyarakat untuk sedini mungkin menghindari bahaya-bahaya yang dapat terinveksi HIV AIDS.

“Melalui kegiatan yang dilaksanakan tersebut, kami harap nakes dapat membagikan informasi kesehatan ini kepada masyarakat agar mereka terhindar dari bahaya HIV AIDS,” katanya.

Menurut Theresia, penyakit HIV AIDS proses terinveksinya itu sebenarnya dari perilaku yang kurang sehat dan secara rasional ketika pola pikir itu baik atau positif, maka perilaku itu akan baik dengan sendirinya.

“Jadi jika masyarakat mau terhindar dari HIV AIDS, maka dijaga perilakunya. Sebab untuk saat ini penyebaran HIV AIDS di Kabupaten Jayawijaya tidak ada kenaikan yang signifikan, data HIV AIDS 2024 sebanyak 5.730 kasus,” terangnya.

Sehingga menurut Theresia, hal itu menandakan bahwa pemahaman dan perilaku masyarakat di Kabupaten Jayawijaya semakin baik karena dengan tak adanya kenaikan yang signifikan.

“Selaras dengan program nasional, provinsi dan kabupaten, kami berharap tahun 2030 akan Kabupaten Jayawijaya benar-benar terbebas dari HIV atau end the AIDS di Indonesia,” katanya.

Menurut Theresia, untuk menuju ke end the AIDS 2030 pihaknya tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus melibatkan lintas sektor dan khususnya dukungan masyarakat.

“Mengatasi HIV AIDS, kita tak bisa bekerja sendiri, harus bermitra dan bekerja keras dengan semua komponen masyarakat, terutama antara pemerintah dan masyarakat harus sehati dalam mengatasi permasalahan kesehatan ini,” pungkasnya. ***(Agris Wistrijaya)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Konflik Dua Kelompok Menemui Titik Terang Menuju Perdamaian

21 January 2026 - 13:56 WIT

Dukung Publikasi Liga 4, Diskominfo Jayawijaya Terima Audiensi PSSI Papua Pegunungan

20 January 2026 - 13:27 WIT

Wamena Menuju Smart City: Lobi Strategis Bupati Jayawijaya Membuahkan Hasil Nyata

16 January 2026 - 12:26 WIT

Wapres Gibran Borong Hasil Bumi di Pasar Putikelek dan Pastikan Gizi MBG di Wamena

14 January 2026 - 22:21 WIT

Momen Wapres Gibran Menang Main Bola di Wamena hingga Menyesap Nikmatnya Kopi Lokal

13 January 2026 - 23:28 WIT

Perdana ke Wamena, Wapres Gibran Dijadwalkan Menginap Satu Malam

13 January 2026 - 15:31 WIT

Trending di KABAR JAYAWIJAYA