Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

BISNIS · 13 Oct 2026 15:13 WIT

PLTMH Anggi Pegunungan Arfak Sabet Penghargaan di ASEAN Energy Awards 2026


					PLTMH Anggi di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, memanfaatkan energi air sebagai sumber energi bersih untuk mendukung keandalan pasokan listrik. (Foto dok: PLN UIB Papua dan Papua Barat) Perbesar

PLTMH Anggi di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, memanfaatkan energi air sebagai sumber energi bersih untuk mendukung keandalan pasokan listrik. (Foto dok: PLN UIB Papua dan Papua Barat)

KABARPAPUA .CO, Jayapura – Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Pembangkit energi hijau ini sukses meraih predikat 1st Runner-Up pada ajang bergengsi ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 untuk kategori Small Scale (On-Grid).

Dalam pernyataan tertulisnya, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIB Papua dan Papua Barat, Irfan Djabar kepada media, ditulis, penghargaan itu dianugerahkan secara resmi pada malam puncak ASEAN Energy Awards 2026 di Manila, Filipina, Rabu, 7 Oktober 2026 lalu.

Prestasi membanggakan ini merupakan wujud nyata dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).

“Juga melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegunungan Arfak, dan PT PLN (Persero) mulai dari tahapan pembangunan, operasional, hingga pemeliharaan sistem kelistrikan,” tulis Irfan dalam siaran persnya ke media di Papua, Selasa, 13 Oktober 2026.

Beroperasi komersial (Commercial Operation Date/COD) sejak 7 Juni 2023 dengan kapasitas 150 kW, PLTMH Anggi 1 dirancang menggunakan skema run-of-river.

Pembangkit ini memanfaatkan pipa pesat (penstock) sepanjang ±570 meter dan turbin baling-baling tipe S-Tube yang dinilai paling tepat untuk mengelola volume air besar dari aliran sungai yang tidak begitu curam.

Desain ini menghasilkan sistem yang sederhana, tangguh, dan efisien untuk dioperasikan di daerah pegunungan yang memiliki keterbatasan akses.

Infrastruktur ini kemudian diperkuat melalui penerapan hybrid synchronized system yang memadukan pengoperasian PLTMH dengan PLTD Imbay.

Sistem kelistrikan ini telah terintegrasi secara andal melalui jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV sepanjang 137,33 kms, jaringan tegangan rendah (JTR) 0,4 kV sepanjang 73,4 kms, serta didukung oleh 59 gardu distribusi dengan total kapasitas 1.620 kVA.

“Melalui integrasi infrastruktur tersebut, PLTMH Anggi berhasil memberikan layanan listrik 24 jam penuh kepada masyarakat sejak Desember 2025,” jelas Irfan.

Menanggapi pencapaian internasional ini, Bupati Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik.

“Saya mewakili masyarakat sangat bangga karena melalui PLTMH Anggi, nama Kabupaten Pegunungan Arfak kini turut dikenal dalam forum energi terbarukan tingkat ASEAN,” jelas Dominggus.

PLTMH Anggi meraih predikat 1st Runner-Up pada ASEAN Renewable Energy Project Awards 2026 kategori Small Scale (On-Grid) di Manila, Filipina. (Foto dok: PLN UIB Papua dan Papua Barat)

Atas nama Pemerintah Kabupaten, kata Dominggus, pihaknya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kementerian ESDM dan tim PLN yang telah bekerja keras, cerdas, dan ikhlas mengoptimalkan PLTMH Anggi. “Bagi kami, penghargaan ini adalah hasil kerja bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dominggus menekankan betapa pentingnya kehadiran infrastruktur kelistrikan yang andal ini bagi perubahan taraf hidup warganya di pelosok daerah.

“Pegunungan Arfak memang memiliki tantangan geografis berupa wilayah pegunungan dan akses transportasi yang tidak mudah. Namun, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk menghadirkan pelayanan dasar yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Dominggus.

Menurut Dominggus, listrik sangat vital bagi kehidupan warganya, kehadirannya memungkinkan anak-anak belajar pada malam hari, mendukung pelayanan kesehatan, memperlancar komunikasi, serta membuka kesempatan usaha ekonomi produktif.

“Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi daerah terpencil lainnya, sehingga semakin banyak kampung di Pegunungan Arfak yang dapat menikmati listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Manfaat pengoperasian PLTMH Anggi secara penuh tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi ekonomi dan kelestarian alam.

Pemanfaatan energi air ini mampu mengurangi konsumsi bahan bakar fosil hingga 279.936 liter per tahun, yang setara dengan penghematan biaya operasional sebesar Rp3,67 miliar per tahun.

Selain itu, operasional PLTMH ini berhasil menekan emisi karbon hingga 760,6 ton CO2 per tahun, sehingga berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas lingkungan di kawasan Pegunungan Arfak.

Sejalan dengan komitmen pemerintah daerah, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan dedikasi PLN dalam menghadirkan keadilan energi hingga ke wilayah timur Indonesia.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bersama sekaligus wujud nyata keberhasilan kolaborasi antara Kementerian ESDM, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, dan PLN,” jelas Roberth.

Menurut Roberth, pencapaian ini memotivasi pihaknya untuk terus mengakselerasi transisi energi di Tanah Papua.

Keberhasilan pengoperasian PLTMH Anggi membuktikan bahwa energi hijau bukan sekadar wacana, melainkan instrumen nyata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mendukung penuh target Net Zero Emissions di Indonesia.

Apresiasi dari kancah internasional ini semakin mengukuhkan langkah nyata Indonesia dalam mendukung transisi energi global.

PLTMH Anggi menjadi bukti bahwa inisiatif menghadirkan energi hijau di daerah terpencil memiliki peran besar dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mewujudkan pemerataan akses listrik yang bersih dan berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik. ***(Siaran Pers)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Cuaca Buruk, Sejumlah Penerbangan dari Bandara Sentani Mengalami Keterlambatan

11 October 2026 - 20:15 WIT

Jejak Sang Pionir Perbankan Digital Menyapa Bumi Cenderawasih

10 October 2026 - 22:19 WIT

71 Tahun CIMB Niaga: Merawat Masa Depan Generasi Muda Papua

10 October 2026 - 18:59 WIT

PLN Indonesia Power UBP Holtekamp Bersama Srikandi Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Dhuafa

8 October 2026 - 17:24 WIT

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Selenggarakan Festival Literasi Papua

8 October 2026 - 17:06 WIT

BRI Junio Gandeng Mobile Legends: Bang Bang, Hadirkan Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit bagi Nasabah

7 October 2026 - 22:37 WIT

Trending di BISNIS