Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA · 2 Sep 2025 21:00 WIT

Pj Gubernur Papua Rangkul Tokoh Agama hingga MRP Serukan Perdamaian di Bumi Cenderawasih


					Pj Gubernur Papua, Agus Fatoni. Foto: Diskominfo Papua. Perbesar

Pj Gubernur Papua, Agus Fatoni. Foto: Diskominfo Papua.

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Penjabat (Pj) Gubernur Papua Agus Fatoni menyerukan perdamaian dan harmoni di Tanah Papua.  Seruan dilakukan dalam rangka  menghadapi situasi terkini di Papua maupun secara nasional.

Dia menjelaskan pada  hari minggu yang lalu, seluruh Forkopimda berkumpul, berdiskusi membahas bagaimana menjaga bersama-sama Papua.

Lalu,  tokoh masyarakat, tokoh agama, Majelis Rakyat Papua (MRP), Dewan Perwakilan Rakyat Papua, juga telah berkumpul juga kemudian menyatakan imbauan damai dan harmoni untuk Papua dan Indonesia.

“Upaya ini terus dilakukan. Kami terus koordinasi dan berkomunikasi dengan berbagai elemen, termasuk mahasiswa, pemuda dan elemen masyarakat yang lain untuk bisa bersama-sama menjaga Papua agar tetap aman, damai dan harmoni,” katanya di  Gedung Negara, Selasa, 2 September 2025.

Seruan MRP 

Seruan MRP untuk perdamaian di Papua. Foto: ist

Senada dengan Fatoni, Ketua MRP Nerlince Manuar bersama tokoh agama, tokoh adat juga tokoh masyarakat bersama-sama menyerukan pesan damai dan harmoni dari Provinsi Papua. 

Seruan damai tersebut ditujukan kepada pimpinan lembaga keagamaan, masyarakat lintas profesi, pemerintah dan aparat penegak hukum, seluruh masyarakat di Papua dan kelompok yang merencanakan aksi di Papua.

Berikut bunyi dari seruan damai tersebut:

1. Pimpinan lembaga keagamaan dari level nasional sampai terkecil kiranya hidup takut akan Tuhan, kiranya menyampaikan pesan kesejukan tentang kebersamaan, persatuan yang perlu dijaga sebagai umat tuhan dan warga negara yang baik;

2. Untuk masyarakat di berbagai profesi, sosial, budaya, keagamaan dan organisasi kemahasiswaan untuk dapat menahan diri dan tidak melakukan provokasi atau terprovokasi untuk melakukan aksi-aksi anarkis yang brutal yang mengakibatkan rusaknya fasilitas umum, kerugian materiil, korban nyawa manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan;

3. Kelompok yang merencanakan aksi di Papua untuk menyadari bahwa tanah Papua merupakan tanah damai yang telah diberkati oleh kedua hamba Tuhan, rasul, oto dan kristen pada tahun 1855 sehingga jangan dikotori oleh aksi-aksi yang merusak citra dan kemuliaan Tuhan di tanah Papua;

4. Pemerintah dan aparat penegak hukum untuk melakukan pendekatan persuasif, humanis dan dialogis dengan kelompok masyarakat yang melakukan aksi-aksinya sehingga terjadi hubungan yang harmonis, yang saling percaya untuk menindaklanjuti setiap tuntutan yang disampaikan;

5. Seluruh masyarakat, terutama yang mendiami Provinsi Papua untuk berdoa dan berpuasa bagi Indonesia dan tanah Papua agar terjadi pemulihan, kedamaian dan harmoni dari Tuhan Yang Maha Kuasa untuk saling menerima, saling menghargai dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;

6. Semua masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks dan menjaga ucapan serta pernyataan di media sosial agar tidak menyinggung dan menyakiti orang lain.  *** (siaran pers)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Salurkan 10 Sapi Kurban di Provinsi Papua

18 May 2026 - 08:47 WIT

Target Rampung Juli 2026, Koperasi Merah Putih Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Papua

17 May 2026 - 19:26 WIT

Pasca Kerusuhan, Stadion Lukas Enembe Jayapura Ditutup

12 May 2026 - 22:31 WIT

Wagub Papua di World Press Freedom Day: Pers Harus Jadi Penerang, Bukan Penyulut Kegelapan

4 May 2026 - 22:31 WIT

Pesan Haru Wagub Papua saat Melepas Jamaah Haji: Jaga Kesehatan dan Jadi Haji Mabrur

3 May 2026 - 13:10 WIT

Selain Malaria, Inilah 2 Penyakit Menular Tertinggi di Papua

29 April 2026 - 00:45 WIT

Trending di KABAR PAPUA