Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

POLITIK · 9 Oct 2024 13:32 WIT

Pesan Sejuk LMA Jayawijaya untuk Pilkada 2024


					Ketua Lembaga Adat (LMA) Jayawijaya Herman Doga  Foto: ist Perbesar

Ketua Lembaga Adat (LMA) Jayawijaya Herman Doga  Foto: ist

KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura– Ketua Lembaga Adat (LMA) Jayawijaya Herman Doga  mengajak masyarakat untuk saling menghargai perbedaan pada pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

Menurutnya, semua warga negara berhak dalam menentukan pilihannya dan harus menghargai perbedaan, tanpa harus interferensi dan sebagainya.

Dirinya mengajak masyarakat untuk mensukseskan Pilkada dengan tetap menjaga keamanan, ketertiban supaya terciptanya pilkada yang damai. 

“Kedamaian bukan hanya tugas aparat keamanan, akan tetapi keamanan adalah tanggungjawab kita semua sebagai warga negara,” katanya, Rabu 9 Oktober 2024.

Di tengah banyaknya isu-isu provokatif yang disebarkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, termasuk penyebaran di media sosial, Herman berharap masyarakat lebih bijak dalam menanggapi isu tersebut. 

“Jagan mudah terprovokasi, bijaklah dalam menanggapi isu yang beredar di media sosial,” jelasnya. 

Herman meminta aparat keamanan untuk bertindak tegas kepada para oknum atau kelompok tertentu yang ingin menggagalkan pilkada. 

“Kami harap oknum-oknum yang mau menggagalkan pilkada diberikan efek jerah, karena apa yang sering disebutkan dengan mengatasnamakan orang Papua tidak benar. Orang Papua ingin perubahan,” tegasnya.

Disamping itu kepada para pasangan calon baik Bupati Wakil Bupati dan Gubernur serta Wakil Gubernur untuk dewasa dalam berpolitik, mengingat jika ada kejanggalan dalam Pemilu, bisa melalui proses dan aturan yang ada tanpa harus melibatkan masyarakat yang berbuntut terjadinya bentrok. 

“Kalau merasa dicurangin laporkan sesuai mekanisme, jangan jadikan masyarakat korban,” ucapnya. 

Begitu juga pihak penyelenggara pemilu untuk tetap netral dalam menjalankan tugas. 

“Bekerjalah sesuai aturan yang ada tanpa harus bermain didalamnya, banyak kasus karena tidak netralitas penyelenggara, bisa terjadi konflik antar masyarakat,” jelasnya. *** (Rilis)

Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Robbi Rumansara: Perintah Jelas, Siapkan Mesin Partai untuk Mari-Yo

29 March 2025 - 01:30 WIT

Partai Golkar Papua Gelar Buka Puasa Bersama Mari-Yo  

29 March 2025 - 01:13 WIT

BADKO HMI Tanah Papua Ajak Jaga Demokrasi Menuju PSU Gubernur

24 March 2025 - 22:58 WIT

DPR Papua Bahas Persiapan PSU Bersama KPU, Bawaslu, dan TAPD Papua

19 March 2025 - 22:32 WIT

Paulus Waterpauw Dukung Pasangan BTM-CK pada PSU Agustus 2025

17 March 2025 - 23:40 WIT

KPU Papua Pastikan Mengkroscek Administrasi Constant Karma

10 March 2025 - 10:10 WIT

Trending di POLITIK