Menu ✖

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 9 Jul 2025 23:54 WIT

Pemprov Papua Tengah Target Hadirkan Listrik 24 Jam, Gubernur: Pakai Listrik harus Bayar


					Kunjungan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa ke Paniai. Foto: Humas PPT Perbesar

Kunjungan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa ke Paniai. Foto: Humas PPT

KABARPAPUA.CO, Paniai–  Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Nawipa berkomitmen hadirkan listrik 24 jam pada 3 kabupaten yakni Kabupaten Deiyai, Dogiyai, dan Paniai. Hal ini disampaikan saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Paniai pada Rabu 9 Juli 2025. 

“Salah satu prioritas utama pemerintah provinsi saat ini adalah memastikan keandalan dan kesinambungan pasokan listrik sebagai fondasi dasar pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Inilah target kami untuk menghadirkan listrik 24 jam,” katanya.

Pihaknya telah berkomunikasi dan koordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengatasi berbagai kendala yang masih dihadapi, khususnya terkait dengan ketertiban pemakaian dan pembayaran listrik oleh warga di Kabupaten Dogiyai.

Ia menyayangkan masih adanya penggunaan listrik secara ilegal atau tanpa pembayaran, yang berdampak langsung pada kerugian operasional PLN dan menghambat kelancaran distribusi energi.

“PLN masih komplain terkait pemakaian listrik di Dogiyai. Banyak masyarakat masih pakai listrik tanpa bayar, dan itu merugikan PLN,” katanya. 

Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan mengambil sejumlah langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menegaskan pentingnya edukasi publik serta kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum, termasuk infrastruktur kelistrikan.

Gubernur Meki Nawipa mengimbau masyarakat untuk menghentikan praktik-praktik yang dapat merusak peralatan publik, karena hal itu tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat kemajuan daerah sendiri.

“Jadi yang dulu-dulu biasa bikin rusak alat-alat itu tidak boleh lagi. Kita ini bukan lagi wilayah kecamatan biasa. Kita sekarang sudah dekat dengan pusat pemerintahan provinsi. Kita harus berubah,” katanya. *** (rilis) 

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Gubernur Papua Tengah Resmi Buka Rakorwasda 2026, Tekankan Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas Anggaran

27 October 2026 - 14:24 WIT

DPRP Papua Tengah Berkomitmen Dorong Kamandirian Ekonomi bagi OAP

15 October 2026 - 17:58 WIT

Pemprov Papua Tengah Gelar Pendidikan Vokasi, Siapkan SDM OAP yang Kompeten dan Mandiri

15 October 2026 - 07:28 WIT

Buka Konferensi GKII Wilayah II Papua Tengah, Wagub Deinas Geley: Jaga Persatuan Umat

13 October 2026 - 22:05 WIT

TPP Bangkit Papua Tengah Jajaki Kerja Sama dengan Bank Papua

10 October 2026 - 14:35 WIT

Edukasi Pelajar, IMI Nabire Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Berkendara ke Sekolah

10 October 2026 - 14:10 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH