Menu

Mode Gelap
Antisipasi 1 Desember, TNI Polri Patroli 2×24 jam di Kota Jayapura Pesan Sejuk Polri di Deklarasi Pemilu Ceria Tanah Papua Gedung Perpustakaan SMPN 5 Sentani Terbakar Hibah Pilkada Jayapura Cair 10 Persen, Deposit Kas Daerah Rp23 Miliar Disorot 1 Desember di Jayapura: Polisi Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal, Penjual Ngacir

KABAR PAPUA TENGAH · 28 Nov 2025 18:02 WIT

Pemprov Papua Tengah Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Tapal Batas Kapiraya


					Perwakilan Pemprov Papua saat memberikan keterangan pers terkait penyelesaiakn konflik Kapiraya. Foto: Dok Papuatengah.go.id Perbesar

Perwakilan Pemprov Papua saat memberikan keterangan pers terkait penyelesaiakn konflik Kapiraya. Foto: Dok Papuatengah.go.id

KABARPAPUA.CO, Nabire– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengambil langkah tegas menyikapi konflik sosial yang terjadi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai dan Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika yang menyebabkan terjadinya korban jiwa dan kerugian material.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa telah memerintahkan Badan Kesbangpol bersama Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus dan Kesejahteraan Rakyat untuk membentuk tim khusus guna menangani dan menyelesaikan konflik tersebut.

Pelaksana tugas Kepala Badan (Plt) Kaban Kesbangpol Papua Tengah, Albertus Adii menyampaikan tim akan melibatkan semua unsur yakni pemerintah, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda. 

“Konflik antarwarga sudah meresahkan, termasuk kepada warga yang  tinggal di Kapiraya. Pemerintah tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut,” ujarnya, Kamis 28 November 2025.

 Adii meminta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan maupun pergerakan yang dapat memperluas konflik.

“Kita telah memasuki bulan Desember, suasana menyambut Natal seharusnya dipenuhi damai, bukan pertikaian. Sesuai instruksi bapak gubernur, pemerintah akan turun langsung untuk melakukan dialog dan negosiasi damai,” katanya.

Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus, dan Kesejahteraan Rakyat Papua Tengah, Lambertus Wakerkwa menyampaikan, pembentukan tim penanganan konflik  harus segera dilakukan, untuk konflik tak terus terjadi 

“Konflik di Kapiraya bukan hanya terkait ketegangan sosial, tetapi juga berkaitan dengan persoalan tapal batas antara Kabupaten Mimika, Deiyai, dan Dogiyai. Kami ingin penyelesaian yang menyeluruh dan berkeadilan,” katanya.

Pemerintah menargetkan pertemuan resmi tim pada 2 Desember 2025 sebagai langkah awal tim, sebelum ke Timika.

“Hentikan kekerasan. Hentikan aksi anarkis. Hentikan konflik antarsuku, antarkelompok, dan antarkeluarga. Papua Tengah harus menjadi tanah damai, apalagi kita menyambut Natal.” *** (Humas PPT)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Kepiting Bakau Timika Tembus Pasar Malaysia

13 May 2026 - 19:21 WIT

Dukung Persipura Menang, Pemprov Papua Tengah Siapkan 3 Lokasi Nobar

7 May 2026 - 19:13 WIT

Gebrakan Gubernur Papua Tengah, Ubah Tambang Rakyat Jadi Motor Ekonomi Bermartabat

6 May 2026 - 12:40 WIT

Kala Gubernur Meki Nawipa Pilih Rayakan Hardiknas di Tengah Siswa Disabilitas

2 May 2026 - 23:20 WIT

DP3AKB Papua Tengah Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Kearifan Budaya 

1 May 2026 - 14:58 WIT

Ratusan Warga Nabire Rayakan Hari Integrasi dengan Pawai Merah Putih 

1 May 2026 - 14:35 WIT

Trending di KABAR PAPUA TENGAH